Review Pondok Sangiang Jaya Seafood, Tangerang

Ngomongin seafood, biasanya rada susah ya cari tempat makan yang dari segi dompet oke, namun tetap menyajikan kualitas rasa yang jauh di atas rata-rata. Nah, kebetulan di Tangerang ada nih yang masuk kategori ini. Terlalu mahal engga, terlalu murah juga enggak. Tengah-tengah lah, cuma rasanya bisa kubilang beda dari seafood warung tenda kebanyakan, karena dia mengandalkan cita rasa ‘bumbu khas’. Semacam bumbu keluarga alias resep rahasia gitu #halah. Tapi beneran rasanya maknyus tenan. Nama tempatnya Pondok Sangiang Jaya Seafood dengan basis produk ikan-ikanan, ayam, juga seafood.

1508349440894 Continue reading Review Pondok Sangiang Jaya Seafood, Tangerang

Advertisements

Review Radja Sop Duren, Tangerang

 

Belom boleh makan duren sih (padahal yang memutuskan diri sendiri wkwk), tapi yang ini enak banget. Yang aku maksud di sini adalah Radja Sop Duren yang salah satu cabangnya berada di Ruko Permata Tangerang, Blok BD1 No. 3 (satu kompleks dengan Giant Permata Tangerang–lebih tepatnya seberangnya Giant). Konon, yang di Permata ini merupakan cabang yang ke-10, berarti uda lumayan banyak yes ekspansi bisnisnya.

1501660803991

Continue reading Review Radja Sop Duren, Tangerang

Review Bebek Chik, Tangerang

Halo halo halo !!

Updatenya cepet banget ya? Hihihi…maklum, lagi ngebut ngeblog sebelom bulan-bulan besok uda ada kesibukan lain *uhuk*. Ini aja dibela-belain nulis soalnya kayak ada yang kepikiran mulu klo blom publish postingan wkwk….

Nah berhubung kemaren Pak Su cerita klo boss di kantor dapet undangan mantu dari owner bebek chik, aku malah jadi inget klo blom bikin review resto ini padahal uda pernah makan di sana kira-kira satu tahun yang lalu, hahaha….Jadi mumpung ada foto plus rekomendasi makanannya juga enak, makanya kali ini aku bener-bener niatin buat ulas.

1508346914660

Continue reading Review Bebek Chik, Tangerang

Review Warung Riries, Serpong Tangerang

Lagi-lagi aku kepincut sama menu-menu khas di Warung Sunda. Kali ini sasarannya adalah Warung Riries yang berlokasi di Jl. Raya Viktor Bsd, Ciater, Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten. Mampir ke sini kebetulan pas lagi ga diagendakan alias ujug-ujug nemu gitu aja saking udah lapar dan bingungnya mau makan di mana (waktu itu).

So, udah bisa ditebak lah ya, bahwa postingan kali ini bener-bener latepost alias kejadiannya (((Busyet bahasa gue KEJADIANNYA))) udah sekitar setahun yang lalu. Karena begitu kubek-kubek foto lagi, e la kok nemu dokumentasi tentang menu makan di warung ini banyak banget. Jadi, daripada mubazir mending aku bagiin aja infonya ke kalian para pecinta kuliner khususnya untuk menu masakan Sunda biar makin mantab referensinya.

1503563557674

Continue reading Review Warung Riries, Serpong Tangerang

Serabi Pinggir Jalan

Oktober cerah ya?

Apa udah mulai gerimis tipis-tipis?

Klo iya, berarti pas banget ni buat hunting serabi. Serabinya yang original punya–bukan yang manis. Terutama yang didagangin di pinggir jalan, pake metode tradisionil alias masih menggunakan tungku. Uhhh, itu kesukaan aku banget. Karena jujur, serabi manis bukan seleraku, apalagi yang uda dicampurin aneka topping. Jadi aku masih on the track dengan serabi jadul ketimbang serabi kekinian yang ada di cafe-cafe.

1506173096769

Continue reading Serabi Pinggir Jalan

Pengalamanku Jelajah Jakarta dalam Sehari Part 2 : Jalan-Jalan ke Ragunan

Note : jalan-jalan awal tahun 2016, baru sempet dibikin ceritanya sekarang 😀

Fyuhhh !!! Misi ngenalin adek ke tempat-tempat wisata di Jakarta belomlah cukup dijabanin dalam sehari. Setelah sebelumnya marathon mengunjungi Masjid Istiqlal, Monas, hingga Kota Tua, aku ngerasa masih kurang klo belom mampir ke Kebun Binatang Ragunannya. Soalnya di sana paling adem sih. Banyak pohon-pohon sekaligus bisa piknik di wahana terbuka. Uda gitu areanya luas lagi, di samping tentu aja karena aku pengen nengokin binatang-binatang lucu yang menjadi koleksinya selama ini. Bahkan tadinya aku pengen banget nunjukin Pusat Primatanya ke si adek karena dari sekian wahana yang ada, si Pusat Primatanya ini atau biasa disebut “Schmutzer” bagiku merupakan salah satu wahana yang paling bersih sekaligus keren dari sisi design. Berani bilang gitu soalnya, pas zaman-zaman dulu masih pacaran, kan aku demen banget tuh bulak-balik Ragunan ama Pak Su. Maklum, ceritanya nyari tempat wisata yang murah meriah Cuy #harga anak kos, hihihi. Terus waktu itu kan yang paling membekas dalam ingatan adalah waktu Beliau ngajakin aku ke kandang gorilanya gitu deh. Nah si gorila yang unyuk-unyuk ini adanya di Pusat Primata yang aku ceritain tadi. Tempatnya guedeeee banget, banyak undak-undakannya–yang mana di bawahnya itu merupakan kandang gorila dengan setting mirip hutan. Terus ada terowongan menuju ke bawah yang di samping-sampingnya adalah kandang berbagai jenis primata. Pokoknya bagus banget nyampe aku terobsesi pingin nunjukin ke si adek pas maen ke Jakarta, misal mampir ke Ragunan, aturan yang wajib dikunjungi ya ini. Namun bagaimana eksekusinya, ternyata kita lihat nanti. Soalnya ternyata waktunya ga cukup, dan kami banyak menghabiskan waktu di kandang hewan-hewan umumnya aja, hiks….#yup, semua ini karena start dari Bekasi (tempat kakak) agak siangan, jadi nyampe Ragunannya juga pas matahari uda rada naik.

Baca juga : Pengalamanku Jelajah Jakarta dalam Sehari Part 1 : Mengunjungi Masjid Istiqlal, Monas, sampai Kota Tua

1506677135665

Continue reading Pengalamanku Jelajah Jakarta dalam Sehari Part 2 : Jalan-Jalan ke Ragunan

Pengalamanku Jelajah Jakarta dalam Sehari Part 1 : Mengunjungi Masjid Istiqlal, Monas, sampai Kota Tua

“Dadakan Ikut Jumatan di Masjid Istiqlal”

Note : jalan-jalan awal tahun 2016, baru sempet dibikin ceritanya sekarang 😀

Pertengahan tahun lalu adekku, Kunyut kebetulan sedang libur panjang. Liburnya ini dalam rangka memasuki tahun ajaran baru sebelum benar-benar memasuki salah satu bangku universitas negeri untuk fakultas kedokteran. Karenanya, daripada diem di rumah–mentok-mentoknya diribetin kucing-kucing kami yang jatohnya lebih mirip luwak white coffee, mending aku komporin dia buat main ke Jakarta. Eh, bukan Jakartanya langsung ding, melainkan pinggir Jakartanya. Maklum, aku sendiri domisili Tangerang, sedang kakakku domisili Bekasi. Jadi ujung ketemu ujung. Maksud aku, nanti si Kunyut nginepnya gantian. Berapa hari di Tangerang, berapa hari di Bekasi. Cuma tetep, rekomendasi tempat wisatanya aku saranin di Jakarta aja yang banyak pilihan. Mulai dari Monas, Kota Tua, atau Ragunan. Misal mau didatengin semua ya hayok, kami siap mengantar. Paling-paling requestnya ke Pak Su, suruh cuti di Hari Sabtunya, karena kan kebetulan Jumatnya tanggal merah (meski aku lupa libur apaan).

1506486365948

Continue reading Pengalamanku Jelajah Jakarta dalam Sehari Part 1 : Mengunjungi Masjid Istiqlal, Monas, sampai Kota Tua

Senyaring ocehan kodok di sisa hujan…

Sok Sinopsis (dari Kacamata Gustyanita)

Senyaring ocehan kodok di sisa hujan...

Gembul Kecil Penuh Debu

Senyaring ocehan kodok di sisa hujan...