Tahu Kupat Khas Purworejo

Sepertinya pernah bahas tema di atas ya? Kubek-kubek isi postingan jadul, e iya bener juga….tapi dengan judul yang lain (baca di sini).

Kali ini aku mau fokus ke tahu kupatnya pemirsa.

Sekarang aku tanya, siapa di sini yang satu kampung dengan suamiku? Aka anak Purworejo??

IMG_0298

IMG_0290

 

Pasti kalo iya, taulah yang jadi icon kuliner di sana apa aja. Selain kue lompong yang mirip kueku tapi dipoles dengan warna hitam, Purworejo juga terkenal dengan tahu kupatnya.

Tahu kupat adalah perpaduan antara ketupat, tauge atau kecambah, irisan kobis, dan tentu saja item utamanya tahu. Tak ketinggalan siraman saus manisnya yang terbuat dari gula merah dan bumbu-bumbu lain yang dididihkan.

 

IMG_0285

IMG_0283

Di kediamanku sekarang (yakni Tangerang), ada juga loh kedai tahu kupat yang dimiliki oleh orang asli Purworejo. Meski letaknya nylempet di pertigaan sebuah gang, tapi ketenarannya sudah teruji. Bahkan sampe berbondong-bondong tamu yang datang ke situ khusus untuk ngunyah tahu kupat.

IMG_0309

IMG_0288

Kebanyakan sih datang dari kalangan CPP (Cah Purworejo Perantauan) yang biasanya nongki-nongki cantik sambil silaturahmi menjalin keakraban. Gimana ga pada betah, wong pakdhe pemiliknya ramah bukan main. Pasti tiap datang, tamu-tamunya disalamin terus ikutan membaur sembari memandu sang istri memasakkan pesanan dari balik dapur.

Yang paling kusuka emang tempe mendoannya. Rasanya gurih bener. Ga terlalu garing, tapi juga ga kepoh-kepoh banget… (ini apaan sih bahasa Indonesianya ya??). Pokoknya pas lah tingkat kematangannya. Apalagi kalo masih ngepul-ngepul sambil diceplus sama lombok rawit. Wauw maknyusss. Semuanya murah meriah total cuma Rp 30 an ribu boookkk…

IMG_0312

IMG_0316

Advertisements

32 thoughts on “Tahu Kupat Khas Purworejo”

    1. horeee akhirnya bisa dikomen, sengaja aku bikin blog wp juga soalnya sebagian yang mampir ke blogspotku kegiring iklan yang nakal (ga ijin nempel di blogku) hiks…. Ini kalo ga salah di daerah kalok ga salah pasar kemis apa ya…hihiii apa jatake aku lupa, tar aku tanyak dulu ma suamiku hahahha

      Like

      1. yang di bp ku ada beberapa teman yang ga bisa komen, entah karena ada iklan yang nempel (padahal aku ga taruh iklan). udah dikubek-kubek kok ga mudeng cara ilanginnya gimana πŸ˜₯

        Like

    1. iya mas, aku ada 2 blog saat ini, satu bp satu wp, semuanya kudu dimantain dg baik…huhu, sayang rada keteter…wp masih kudu belajar banyak aku mas eksa, soalnya fiturnya belibettt πŸ™‚

      Like

  1. Suamiku kemarin ke jawa tengah, cerita kalo makan tahu kupat katanya, ih jadi pingin ngerasain tahu kupat. Mendoan anget ceplus cabe rawit enak ya, klo lagi pingin makan mendoan terpaksa bikin sendiri, jarang nemu di tempatku.
    Btw ini blog baru ya?

    Like

    1. ini blog aku yang kedua mb liana ihihiii, yang satu buat jaga jaga kalo pas ada lomba blog, wahhh iyak klo diceplus ma rawit ijo itu nampol banget mendoannyah, palagi yang bis berenang di atas kubangan minyak panas

      Like

  2. Widiihh siang-siang baca tulisannya ini. Laper mbaaaa..

    Pemiliknya sampai ikutan gabung duduk ngobrol gitu ya mba? Ramah bener. :))
    Baca paragraf terakhirnya,
    mba Nita sukses bikin aku ngiler. 😦

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s