Para Penggembira Lomba

Akhir-akhir ini dengung lomba blog seakan menjelma kawanan lebah. Ramai, sengit, sekaligus heboh. Inilah saatnya brand-brand besar lebih merakyat, menjangkau lapisan terbawah lewat corong-corong blogger yang satu jengkal lebih dekat dengan konsumen. Yah, bisa dikatakan sambil nyambi juga, karena toh kami-kami ini juga termasuk di dalamnya. Ya merketer, ya konsumen. Tak ayal, isi timeline akhir-akhir ini pun kebak dengan promo-promo postingan yang di dalamnya terselubung iklan. Biasa, akhir tahun kan jadi ladang empuk bagi prodak-prodak keluaran terbaru untuk unjuk gigi.

Foto3160
Selalu semangat walau berulang kali kalah !!

Daaan, sepertinya sah-sah saja ya kalau si ‘penggembira lomba’ ikut meramaikan. Kumpulan orang—yang kalau ga ada dia, si langganan juara terasa aneh jika tempur sendirian. Yaiyalah, kalau ga gitu sih bukan lomba namanya, tapi review pribadi. Hehehhe….

Tapi istilah ‘penggembira’ kok rasanya cukup ngenes ya kedenger di kuping ? Secara kayaknya itu profil ‘aku’ banget. Yang mana kontestan ini dilirik cuma sebagai penggenap lomba. Apes-apesnya sih supaya event terkesan booming. Panitia bisa senyum lebar di hadapan sponsor karena target kuantiti peserta sampe tumpeh-tumpeh.

Tapi memang begitulah yang namanya event. Soalnya pernah ngalamin juga jadi panitia. Untuk skala yang lebih gede lagi. Yaitu kategori Best Direktur Keuangan di perusahaan-perusahaan gede se-Indonesia. Boook… se-Indonesia. Dan targetnyapun bukan yang ecek-ecek. Mangkanya aku taulah, pasti rempong banget bikin kepanitiaan kayak gitu.

Sebagai hikmahnya, para penggembira lomba sepertiku tentunya masih harus banyak belajar. Entah itu menyesap ilmu dari para sesepuh, banyak membaca referensi, mempelajari hal-hal teknis, atau membuat suatu konsep yang beda dari yang lain. Biar pas turun gunung bisa ketiban hoki.

Kalau misalnya menang……ya sudah. Berarti itu rejekinya. Soalnya kadang ada ketakutan tersendiri, kalo pas kebetulan nyantol brand gede, terus disindir-sindir karena tulisan masih dirasa kayak anak TK, dianggep underdog padahal ikutan lomba cuma buat iseng semata, meramaikan yang punya hajat. Menang alhamdulilah…kalah yawes…..mungkin belum rejeki, asaaaaaaaaallll kompetitornya juga fair. No plagiat, no tiru-tiru konsep (baik isi postingan maupun penataan foto penunjang).

Ketikan di siang bolong, saat ide tulisan masih bejibun di kepala.

Advertisements

24 thoughts on “Para Penggembira Lomba”

  1. memang kenapa kalau penggembira, daripada penyedih, hihihi.
    Emang sih, sempet ada yang nyentil: ngeblog kok bikin lomba aja sih. Buat saya pribadi, ikutan lomba nggak ngejar prize-nya, tapi kemampuan nulis, Dengan adanya lomba jadi ada ide nulis apa, dan dengan adanya deathline *weks* pasti! mau nggak mau nge-post.

    Liked by 1 person

    1. hihiiii iyak juga yak..baru sadar…yang pasti bukan pula penyetress lomba *eh apa pula ini hihihi

      Iya, sekarang perkara dedlen aja yang bisa bikin tulisan semakin matang, karena terus terang kadang aku keteteran, jadi pas uda publish kok rasanya aneh juga pas dibaca gegegeggekk

      Like

    1. Bener mbk ratu…hihii….moga moga jd mental yg kuat…trus pas menang juga nda ada dibully gegara anak baru kemaren sore menang hahaiii…

      aku biasanya berhusnuzon aja, siapa tau yg menang itu memang lg butuh…

      Liked by 1 person

  2. loh, katanya blog ini buat yg isinya lain gak lomba2an 😀 *pasti ada yg missed saya baca tp asal nyembur yg penting ninggalin jejak*

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s