Bulan Dana PMI, Pahami Inti Kemanusiaan Bukan Sekedar Teori

 

PMI Mengantarkan Jasa….

(Aba-aba dirigen)…dua tiga

Palang Merah Indonesia
Sumber kasih umat manusia
Warisan luhur, nusa dan bangsa
Wujud nyata pengayom Pancasila

Gerak juangnya ke seluruh nusa
Mendarmakan bakti bagi ampera
Tunaikan tugas suci, tujuan PMI
Di Persada Bunda Pertiwi

Untuk umat manusia
Di seluruh dunia
PMI mengantarkan jasa

Sesaat setelah hymne selesai, yang terjadi biasanya adalah….

IMG_1245 - Copy
Kenangan bergabung di PMR (Created by Gustyanita Pratiwi)

“Istirahat di tempat itu kepalan tangannya yang bener !!!”

“Itu yang di belakang jangan pura-pura pingsan ya!!!”

“Kami keras juga untuk melatih mental kalian Dek !!!”

Teriakan seperti ini rutin terjadi setiap upacara Jumat sore, manakala aku masih menjadi bagian dari keluarga besar PMR di lingkup sekolah. Sebagai ‘anak bawang’, aku merasa gemblengan kakak asisten begitu overacting. Agak-agak semi militer bisa dibilang. Mau tidak mau memang harus dilakoni  sebab PMR adalah satu diantara dua ekstrakulikuler wajib di sekolah.

Sengaja kuhindari opsi pramuka yang notabene pernah aku rasakan betapa ‘euforia panas-panasannya’ sukses membuat masa ABG-ku lumayan kucel. Baris-berbaris, kemah di gunung, wide game, dan sebagainya. Meski setelah nyemplung di PMR, ternyata juga sami mawon. Kegiatan-kegiatan seperti itu masih ada, selain tentu saja mempelajari materi kepalangmerahan yang prakteknya lumayan rumit.

Kurang lebih 1 tahun pertama masa SMA, kuhabiskan waktu untuk menekuni ekstrakulikuler ini. Aku dan teman seangkatan nyaris melewati Jumat yang sibuk dari hari ke hari. Apalagi kalau sudah tiba masanya pengukuhan, yang artinya setelah melewati ini, kami bisa menyandang status sebagai PMR Wira, yaitu tingkatan PMR untuk pelajar SMA. Hal ini biasa ditandai dengan pemasangan slayer kuning yang melingkar pada pundak.

Image (5)
Begini-begini dulu aku pernah jadi anggota PMR lho…

Pengukuhan biasanya diadakan setelah semesteran berbarengan dengan kemah dan juga wide game. Acara yang paling seru tentu saja wide game. Di sini kami akan diuji apakah sudah mampu mempraktekkan segala materi yang sudah diajarkan oleh kakak asisten. Misalnya, sistem pernapasan mouth to mouth, ya kami harus mencontohkan. Satu anak berbaring di atas rumput, yang lain pura-pura menyelamatkan korban dengan model pernapasan tadi.

Yang lain misalnya tindakan penyelamatan orang sakit saat melewati sungai. Satu anak pura-pura sakit, lalu 5 orang temannya menggontong dengan menggunakan dragbar. Pernah sih ada kejadian lucu di sini. Karena bobot yang diangkat lumayan berat, akhirnya kami yang menggotong  hilang keseimbangan. Maka jatuhlah semua. Badan kuyup dan tali dragbar pun terlepas. Tapi semuanya seru sih, apalagi jika semua pos sukses terlewati.

Kegiatan lain yang tak kalah bermanfaat adalah temu Korps Sukarela PMI (KSR PMI) yang biasanya didatangkan dari pusat atau cabang (kabupaten). Di sini kami bisa meneropong bagaimana sih pengabdian PMI yang sebenarnya. Oh, kalau dapat telepon darurat bencana, kru PMI pasti akan cepat tanggap. Kalau nemu orang sakit, tentu paham langkah-langkah penyelamatan yang tepat, dan sebagainya. Nah, mungkin seperti inilah maksud dari model pengajaran yang semi-semi militer yang sudah dijelaskan di atas.

PMI untuk Lingkup yang Lebih Tinggi

Bekal yang kudapat tadi, sedikit banyak membuka pandanganku akan totalitas PMI di lingkup yang lebih tinggi. Tagline ‘mengantarkan jasa’ pada cuplikan lagu di atas tentunya bukan sekedar kata-kata. Apalagi hanya mengandalkan fungsi nirlabanya dengan cara nodong dana ke pemerintah. Tidak sesempit itu. PMI memang butuh dana besar. Tapi hal tersebut sangat sepadan dengan peranannya di lapangan. Sebagai informasi, saat ini PMI telah berdiri di 33 provinsi, 371 kabupaten/kota, dan 2.654 kecamatan (data per Maret 2010) dengan total sukarelawan sebanyak  1,5 juta.

Salah satu yang menjadi sorotan publik akan eksistensi PMI adalah manajemen bencananya. Menurut Keppres No.25 tahun 1950 dan Keppres 246/1963, PMI melaksanakan tugas atas nama pemerintah dan bertanggung jawab kepada pemerintah dengan peranan penanggulangan bencana yang termaktub dalam 3 hal.

  1. Kesiapsiagaan Bencana (Pre Disaster)
  2. Saat Bencana (Disaster)
  3. Pasca Bencana
UntitledPMI
Kenangan bergabung di PMR (Created by Gustyanita Pratiwi)

Pertama, Kesiapsiagaan Bencana. Tidak usah jauh-jauh bicara tentang nasional dulu. Cobalah tengok DKI Jakarta. Ibukota yang setiap tahun dipadati penduduk ini bisa dibilang sangat rentan terhadap bencana. Efek pemanasan global pemicu utamanya. Posisi Jakarta yang berada di pinggiran pantai lambat laun menyebabkan bencana banjir, air pasang, abrasi pantai, kebakaran, naiknya suhu udara, serta wabah penyakit yang sewaktu-waktu bisa mengintai.

Peta_Jakarta
Peta Rawan Bencana DKI Jakarta (sumber : http://pmidkijakarta.or.id)

Untuk menyikapinya, PMI tengah mengembangkan metode Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Masyarakat. Hal ini bertujuan untuk mendorong korban agar memiliki pengetahuan dan keterampilan memadai sehingga lambat laut mampu menanggulangi bencana yang dialami secara mandiri. Misalnya lewat edukasi Community Based First Aid (CBFA). Tujuan CBFA ini sebenarnya untuk mengembangkan dasar pelatihan pertolongan pertama yang transisional dengan memasukkan aspek kesehatan masyarakat seperti promosi kesehatan dan control wabah penyakit.

Di Jakarta sendiri, program ini telah diterapkan di Kelurahan Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan serta mendapat bantuan dari Palang Merah Belanda antara tahun 2007-2009. Fokus utamya tentang air dan sanitasi lingkungan.

Kedua, Saat Bencana. Di sini PMI memberlakukan beberapa prinsip yang sesuai dengan ruang geraknya. Misalnya, “6 Jam Sampai di Lokasi Bencana”. Respon ini tentunya tak akan sukses jika tidak ditunjang dengan perlengkapan respon bencana beserta armadanya. Contohnya, gudang regional PMI yang tersebar di 6 wilayah (Banten, Padang, Gresik, dan Makassar). Gudang ini berisi barang bantuan untuk penanggulangan bencana PMI di regional Jawa, Sumatera, Kalimantan, Jawa Tengah, Jatim, Kepulauan Sumbawa, Maluku, Sulawesi, serta Papua.

IMG_1246
Kenangan bergabung di PMR (Created by Gustyanita Pratiwi)

Adapun jenis armada yang dimobilisasi saat respon penanggulangan bencana diantaranya helikopter, ambulans, mobil amphibi (Haglund), mobil tangki air, mobil unit donor darah, posko bencana di setiap markas PMI, serta peralatan air dan sanitasi.  

helikopter-pmi-131114a
Helikopter PMI (Sumber foto : news.liputan6.com)
Hagglund_PMI
Kendaraan Haglund PMI (Sumber foto : pmidkijakarta.or.id)
penjaringan
Tangki Air PMI (Sumber foto : pmidkijakarta.or.id)
16516_large
Mobil Unit Donor Darah (Sumber foto : pmikotabandung.org)
jsk4
Ambulance PMI ( Sumber foto : http://pmidkijakarta.or.id)
Susu_Coklat_n_Roti_untuk_korban_banjir_Petamburan
Posko Bencana PMI (Sumber foto : http://pmidkijakarta.or.id)

TABEL KEGIATAN PMI SE DKI JAKARTA

Tanggap Darurat Banjir (TDB) Bantuan yang disalurkan PMI

Distribusi  bantuan  : Per 25 Januari 2013 Jam 17.00 wib

 Lokasi Bantuan Yang diberikan
 Kota
Jakarta Pusat
  1. Distribusi Roti sebanyak 1.175 bungkus, ke
  1. Pademangan ………………….    : 400
  2. Campaka Putih …………………. : 100
  3. Kramat  …………………..         : 100
  4. Karang Anyar  ………………….  : 100
  5. Johar Baru  ……………………   : 200
  6. Bendhil …………………..          : 100
  7. Petamburan  ………………….    : 175
 Kota Jakarta Utara
  1. Distribusi Roti sebanyak 1.840 penjaringan sekitar nya
  2. Distribusi Nasi bungkus dari DU sebanyak 1.000 di penjaringan
  3. Distribusi air bersih sebanyak 16 tangki/8.000 ke kec Penjaringan dan sekitarnya
  4. Pelayanan Kesehatan di muara baru

II. Bantuan Psikolog (PSP) di penjaringan sebanyak 2 tim

 Kota Jakarta
Barat
  1. Distribusi Roti ke Penampungan :
    – SDN Pekojan                             : 750 pcs
    – SMKN 9 Pekojan                        : 400 pcs
    – SDN 05/03 Kedaung kaliangke      : 300 pcs
    – SD Tambora                              : 400 pcs
    – SD 05 Kampung apung                 : 300 pcs
    – MI Shirotul rahman, Rawa buaya   : 400 pcs
    – MI Zahratul Athfal RW 06 Duri kosambi  : 400 pcs
    – SMPN 249 Cengkareng                 : 400 pcs
    – SD 09/10 Kedoya Utara                : 500 pcs
  2. Distribusi Air mineral ke :
    – SDN Pekojan                             : 10 dus
    – SMKN 9 Pekojan                        : 10 dus
    – SDN 05/03 Kedaung kaliangke      : 10 dus
    – SD Tambora                              : 10 dus
    – SD 05 Kampung apung                 : 10 dus
    – MI Shirotul rahman, Rawa buaya   : 10 dus
    – MI Zahratul Athfal RW 06 Duri kosambi 10 dus
    – SMPN 249 Cengkareng 10 dus
    – SD 09/10 Kedoya Utara 10 dus
    – Kapuk 70 dus
  3. . Family Kit :
    –  Kapuk 03/01 : 20 set
    –  Kapuk 04/01 : 20 set
    –  Kapuk 10/01 : 20 set
    –  Roa Malaka   : 40 set
  1. Pampers
    – Kapuk  : 43 pcs
  2. Distribusi Air bersih 5 tangki/25.000 liter air bersih ke:
    – Kapuk SDN 05 Kapuk Vihara Hindu Dharma
    – Roa Malaka
    – Kel Pekojan : SMK N 9 RW 04/01
 Kota Jakarta
Selatan
  1. Distribusi Roti  1.175 ke Pegadegan
 Kota Jakarta
Timur
  1. Distribusi makanan siap saji 150 ke Kampung Melayu
  2. Distribusi Aqua 10 dus  cakung barat
  3. Roti 1.840 Posko Sudinkes Jakarta timur/kampong melayu
  4. 100 roti ke Cakung barat

Sumber : http://pmidkijakarta.or.id

Ketiga, Pasca Bencana. Bencana memang selalu menimbulkan luka. Tak jarang banyak yang trauma dibuatnya. Sebagai bentuk dukungan spirituil, PMI juga turut memberikan andil kepada survivor bencana baik dari tingkat anak-anak, remaja, orang dewasa, hingga lansia. Kegiatan bisa berupa dukungan psikososial, hunian sementara, hingga pemulihan hubungan keluarga (restoring family link).

Sumber Dana PMI

Menyikapi segunung tugas yang dipikul PMI, tak ada salahnya jika kita tidak hanya berdiri sebagai penonton. Kita bisa ambil bagian dalam bentuk lain, yang tentunya tidak serumit yang dilakukan oleh para relawan. Misalnya, dengan berpartisipasi dalam Bulan Dana PMI.

Bulan Dana PMI merupakan sumber dana utama PMI untuk biaya kesiapsiagaan dan penanganan bencana, pembinaan Palang Merah Remaja (PMR) dan relawan, penguatan kapasitas sumber daya dan manusia, pelayanan kesehatan dan donor darah, biaya operasional kantor, dan belanja pegawai. Bagi masyarakat/perusahaan/lembaga yang ingin menyalurkan dana bantuannya dapat mentransfer ke 3 rekening berikut :

Bulann
Created by Gustyanita Pratiwi

Ayo peduli bantu sesama !! Mari saatnya kita pahami inti kemanusiaan bukan hanya sekedar teori !!!

Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba “Bulan Dana PMI”

083755200_1446623960-lomba-blog_673x373_revisi_logo

Advertisements

48 thoughts on “Bulan Dana PMI, Pahami Inti Kemanusiaan Bukan Sekedar Teori”

      1. Hana ketawa pas baca mba gusty masuk pmr untuk ngindarin panas2an. Untung dapet pelajaran berharga tentang totalitas. Wiih.. pantesan mba gusty kalau kerja, totalitas. Keep up the good work Mba 😀

        Liked by 1 person

  1. Wuidih. Dua fakta yang aku baru tau dari Mbak Nita. Satu, Mbak Nita ternyata punya blog satu lagi. Dua, Mbak Nita ternyata dulunya anak PMR. Pantesan Mbak Nita kayaknya berjiwa ngemong gitu ya. 😀

    Bentuk bantuan dana kayak gitu, jadi ingat sama bantuan dananya salah satu stasiun TV Indonesia, Mbak Nit. Bedanya, stasiun TV itu mengumpulkan dana buat sekolah-sekolah yang bangunannya rusak. Semoga makin banyak yang peduli ya. Semoga metode Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Masyarakat-nya PMI bisa berjalan lancar. Dan semoga Mbak Nita menang lomba ini yaaa! :*

    Liked by 1 person

    1. Ah ini namanya bikin idung kembang kempis cha…saking tersipuh sipuhnya wkwk

      Iya, yang kayak gini sedikit banyak cukup membantu klo ada bencana dadakan…klo ga untuk memfasilitasi peralatan tanggap bencana,..
      Setidaknya bisa meringankan ya

      Amiinnn, makasih cha ^______^

      Like

  2. jaman SMA prnah ikut PMR tapi alasannya bisa bisa berdiri di belakang oas upacara karena adem wkwkwkk.. dan sepanjang itu pun aku gak pernah sekali pun donor darah. pertama pas kuliah abis itu langsung pingsan ahahha.. good luck lombanya

    Liked by 1 person

  3. Menarik juga membaca mengenai PMI dari blog ini, saya jadi nambah ilmu lagi. Saya dulu hanya familiar sama pramuka hehe. Semoga saja PMI bisa terus berkembang dan komitmen dengan segala aktivitasnya, terutama kegiatannya yang bersifat edukasi seperti Community Based First Aid (CBFA). Itu cukup menarik karena langsung bersentuhan dengan komunitas yang memang membutuhkan (akar rumput). Anyway salam kenal mba Nita, ilustrasinya cakep2 😀

    Liked by 1 person

    1. Wih, mantab komentarnya #aku suka jenis komen yang kek gini. Berbobot dan sesuai konteks

      Kalo aku malah sengsja ngehindari pramuka dulu karena udah pernah pas sd sama smp 😄😄😄
      Iya, harapannya sih program kayak gitu berumur panjang dan tepat sasaran ya mb leni..
      Tidak hanya sejenis nama program aja..
      Makasih mbak, itu bikinnya semalam suntuk #begadangan

      Like

  4. Jadi ingat jaman saat jadi anak sekolahan.
    Eh… itu foto orang lagi ngambil air mengingatkanku akan kampung halaman. Kalau dikampung setiap kali musim kemarau untuk mendapatkan air bersih harus ke goa air tawar yang jaraknya 3 km dari rumah. Perginya harus menurunin dan pulangnya harus melewati perjuangan berat, yakni mendakit bukit sepenjang 3 km. Belum ditambah beban mikul air 2 cergen bimoli yang 20 liter.

    Liked by 1 person

  5. waah ternyata mba Gustyanita dulunya anak PMR. Oalah, aku baru tahu kalau tugas PMI itu sebegitu rumit dan banyaknya. Kirain cuma mengurus persoalan donor darah. Ternyata berperan aktif dalam penanggulangan bencana dari mulai pra disaster, disaster sampai pasca disaster. Semoga ke depannya armada PMI semakin lengkap ya di setiap daerahnya biar “6 jam sampai di lokasi bencana,” benar-benar terwujud. By the way, semoga menang ya mba lombanya. Komiknya aku suka, tapi tulisan pasca disasternya typo ya? hee Oh iya, setelah kata fokus juga “utamnya.”

    Liked by 1 person

    1. Iya Gilang, jadi ga cuma donor darah, hihihi
      Dan kalo dirangkum memang tugasnya cukup berat ya, makanya juga pantas diapresiasi…
      Iya, armada emang penting banget, terutama pas ada bencana dadakan 😄😄😄

      Amiinn, makasih ya sudah mampir kemari 😊😊😊😊

      Like

  6. PMI emang paling luar biasa mengenai bantuan-bantuannya. Dulu pas sekolah juga sering ikut. Dan Alhamdulillah, sensasi pas abis nolong orang lain itu bahagia banget dan bersyukur. Aku juga salut sama manajemen bencananya. Baik pre disaster, disaster, dan pasca bencana. Dari situ kita bisa melihat usaha dari PMI-nya sendiri untuk sebisa mungkin memaksimalkan perotolongan. Community Based First Aid sendiri juga banyak manfaat untuk bersama, yah. Setidaknya masyarakat mengerti dan terarah mengenai bencana yang bisa aja sewaktu-waktu menimpa kita. Fasilitas penunjang dari segi transportasi juga sangat menunjang. Well, semoga Palang Merah Indonesia terus maju dan sejahtera, lebih dari itu, semoga semua bantuan itu juga bisa membuat tabungan pahala kita mencukupi, ya Mbak Nita. 🙂

    Like

    1. Bener banget pev..ternyata bahagia itu sederhana ya…
      😊😊😊😊

      Sepakat apa kata kamu, paling penting menurutku sebenarnya ya pre disasternya sih…jangan keburu ada bencana baru masyarakat heboh…sebaiknya sebelum sebelumnya juga sudah diantisipasi. Paling penting lagi jika masyarakatnya sendiri sudah sadar akan hal itu, jadi ngarahinnya gampang n bisa sustain ya program programnya 😀😀😀

      Like

    2. Iya dev..ternyata kalau kita tahu dapur dapurnya kek gimana mereka memanajemen bencana yang datang ga disangka-sangka ya takjub juga ya….
      responnya cepet banget 🙂
      salut dengan para relawan…:D

      Like

  7. Widiih keren ih mba Nita. Dulunya anak PMI aciyeee. Berjasa banget untuk orang-orang.
    Aku dulu pernah ikut ekstrakulikuler PIKRR mba. Semacam dokter kecil gitu mba. Hampir mirip sih dgn PMI. Kegiatannya kayak nolongin orang gitu mba, nolongin orang yg pingsan, sakit, sakit hati, hahaa.

    Whahaa karena yg digotong badannya gede, jadi yg ngangkat ikutan jatuh gitu mba? Whahaa. Suruh jalan sendiri aja itu mba, wkwk..

    Iya mba, bener banget. Yang paling penting itu bukan sekedar teori, tapi tindakan yang dilakuin saat di lapangan.

    Mba Nita waktu SMA polos banget mukanya. Unyu-unyu yaoloooohh

    Liked by 1 person

    1. Iyaaa lan akuh anak pe em er, ceritanya milih ekskul yang jauh dari kata panas panasan, tp ternyata banyak kegiatan lapangnya..

      Iyaaaakk dilatih banyak hal tentang krpalangmerahan kayak pertolongan pertama, manajemen bencana, gitu gitu, keren kaaaand??

      Iya, kadang dengan wujud nyata donasi akan lebih kerasa ya, at least jika orang awam (yang belum paham contoh kegiatan PMI ) masih bisa ikut partisipasi 😁😁😁😁

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s