Balada Kueh Kering

Aku sedang merindukan kue nastar dan panggangan. Dulu aku pernah keseret ikut dalam demo masak ibu-ibu yang diprakarsai oleh tetangga. Lebih tepatnya ketika mereka bikin kue tanduk. Isiannya nenas full. Dia teksturnya krispy. Bukan yang basah kayak molen. Jadi sebenarnya aku suka kue-kuean yang berbasis nenas.  Aku sukanya yang selainya dibanyakin. Terus yang aroma menteganya keluar. Bukan sekedar balutan tepung ece-ece yang disematin kuning telor bebek biar keliatan mengkilap.

Etapi, perasaan Ramadhan baru aja mau mulai ya. Tapi, belom apa-apa gambar kueh udah bertebaran di mana-mana. Terus aku cuma bisa ngliat sambil ngerem air liur bacain resepnya satu-satu. Penasaran. Kayaknya sih bikinnya gampang ya. Samalah ama kueh-kueh kering lainnya. Cuma dibedain apa masuk kategori manis atau gurih. Itu aja. Yang penting punya panggangan.

Dan….harga panggangan itu mahal. Makan wattnya juga ga kira-kira.

*kemudian merindukan gaji ke-13, lamat-lamat….*

Advertisements

6 thoughts on “Balada Kueh Kering”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s