Warung Pempek Pak Raden

Suatu kali, Tamas mengajakku untuk menambah pengalaman kami dalam menjelajahi dunia kuliner pempek #kanmaen bahasanya. Pempek yang akan kami coba kali ini bukanlah pempek dos atau yang katanya cuma seupil basic ikan gilingnya dibandingkan dengan komposisi tepung. Melainkan yang beneran dari Palembang. Asli. Sehingga ikannya juga udah kebukti nyata berada dalam satu adonan. Nah, nama warung pempeknya sendiri adalah Pempek Pak Raden yang berlokasi di BSD, Jl . Raya Serpong km.7 No. 68, Pd. Jagung, Tangerang, Tangsel. Warung ini dibuka mulai dari jam 10.00-22.00 WIB.

1482036219090

Saat ke sana, kebetulan kami datang pas sedang hujan-hujannya. Waktu itu langit Tangerang diliputi mendung sepanjang hari sehingga membuat perut kami semakin ingin mengudap penganan yang hangat-hangat. Kira-kira memasuki jam makan siang, kami tiba di lokasi, yang mana pada saat itu warung baru dalam keadaan dibersihkan (dipel red). Pembeli juga baru ada satu dua dan itupun pesan untuk dibawa pulang. Jadi asoy lah ya serasa warung dibooking ama kita-kita hihi…maksudnya asoy buat pephotoan ahaha…

Begitu memasuki warung, yang terlintas pertama kali dalam pikiranku adalah, well…tempatnya buersiiiiih banget. Dudukannya juga enak. Soalnya selain ada meja kursi biasa, Pempek Pak Raden juga menyediakan model kursi yang memanjang dengan dudukan mirip sofa yang mepetbke dinding. Jadi kan anget lah ya….(udah mirip kucing kan akoooh, sukanya yang anget-anget). Kalau interiornya sendiri, warung pempek ini didominasi oleh warna hijau kombinasi merah. Jadi udah keliatan banget kan ya ‘khas’-nya.

1482036304269

1482036529221

Oh ya, sebelum duduk di kursi, kami harus pesan dulu nih di depan etalase yang sudah ditunggui oleh seorang uda-uda berseragam kuning yang bertugas untuk menggoreng. Pilihannya ada banyak. Ada pempek kapal selam besar dengan isian telur utuh, pempek kapal selam kecil, pempek lenjer, besar, pempek lenjer kecil, pempek adaan, pempek kulit, pempek pistel, pempek keriting, kerupuk palembang, otak-otak, model (kalau yang ini jujur aku batu denger namanya), tekwan, dan pindang tulang iga. Minumannya juga macem-macem, mulai dari es teh manis, teh manis panas, es teh tawar, teh panas tawar, es jeruk, air mineral, teh botol, sampai yang paling spesialnya adalah es kacang merah. Nah, aku sendiri waktu itu memilih pempek kapal selam besar 1, lenjer kecil 2, adaan 2. Sementara Tamas memilih tekwan dan coba-coba lenjer kecil 2. Minumnya aku pilih teh manis panas, sedangkan suamiku jeruk panas.

1482036399387

1482036686318

Pempeknya sendiri digoreng dalam keadaan dadakan sehingga panasnya masih fresh. Adapun cukonya sudah tersedia di meja, lengkap dengan tambahan perintilan lain seperti cuka, garam, sambal, dll. Hal ini dimaksudkan agar pengunjung bisa mengira-ira sendiri apakah ia pengen makan dengan level pedes yang sedang atau yang tinggi. Sesuai selera.

Kira-kira 10 menit, pempek dan tekwan pesanan kami telah mentas dari penggorengan. Pelayan pun segera mengantarkan ke meja kami yang berada di area tengah-pas menghadap TV. Begitu makanan tiba di meja, aku langsung antusias untuk menuang cukonya dalam wadah kecil yang sudah tersedia di sana. Yang aku suka dari cukonya ini adalah, dia bisa direfil sesuai selera, tanpa perlu khawatir habis padahal sisa pempek masih banyak. Untuk rasanya sendiri menurutku enak ya. Ya sebenarnya sih hampir sama dengan pempek pada umumnya. Kualitas ikannya juga bukan yang abal. Terus ukurannya yang juga wow banget. Gede-gede. Mungkin ini jadi kesalahan kecilku sih karena tak mengira sebelumnya bahwa ukurannya sangat mengenyangkan…haha. Nah, kalai disuruh milih antara yang kapal selam, lenjer, sama adaan, aku sendiri lebih suka yang mana? Jawabannya adalh lenjer. Ya menurutku pempek dengan ukuran panjang-panjang gitu ga semengenyangkan yang kapal selem sih. Cepet buat ditelen, meski ga ada isiannya. Tapi asli guriih banget, hihi.

1482036759236

1482036450534

1482036782148

Bagaimana dengan tekwan pilihan suamiku? Ternyata rasanya seger, Bung! Tekwannya ini terdiri dari baso ikan…(e iya bukan sih namanya, atau indil-indil rasa ikan ini yang disebut sebagai tekwan itu sendiri, entahlah..), jamur kuping, soun, dan kuah yang panas-panas paling pas kalau diceprotin sambal cabai. Kalau aku rasa-rasa sih mirip kuah baso ya. Pokoknya enak banget lah buat di santap pas hari hujan.

1482036627444

1482036337403

Paling-paling yang bikin syock cuma harganya sih, hahaa…ya menurutku harganya lumayan mahal ya buat ukuranku yang seringnya beli pempek di pinggir jalan. Ga tau kalau kata Mas Anang, wakakaka…tapi aku suka sih, soalnya tempatnya bersih dan pewe buat nongkrong-nongkrong tjantikkk.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s