Es Teler Singkawang, Kotabumi Tangerang

Halo Kodok Buntal’s reader…

Masi pada idup kan?

Kalo kata orang kantoran hari ini adalah friyaaaay–dimana ungkapan ini biasa diteriakkan kenceng-kenceng saat mau tjap jempol dari mesin absen. Kebanyakan sih golongan ‘mbak-mbak’ yang melakukan. Seperti yang gue aminkan dulu saat masih ngantor. Nah pokoknya pada saat-saat itu tuh mata terlihat semakin memancar penuh kilauan seolah hari esok adalah kado. Tapi itu semua tidak berlaku bagi gue yang sekarang sih, mengingat posisi gue yang uda punya hari libur setiap hari, hahaha #ketawa_julid

Nah, karena Sabtu Minggu kebanyakan adalah off-nya kita-kita dari rutinitas harian yang menjemukan, jadi ga ada salahnya kalo aku *piiip* tiba-tiba kata sapaan berubah menjadi aku, yaeyalahh Mbul setiap hari kan ngana pakenya ‘aku’–mau kasih rekomendasi tempat malam mingguan yang cihuy banget. Khususnya di daerah Tangerang kota tapinya. Yak melipir dikit ke kabupatennya sih yaitu Kotabumi (tempat dimana biasanya bis-bis gede AKAP (Antar Kota Antar Propinsi) nurunin penumpang selain tentu saja di Poris, Cimone, maupun Rangkas Bitung sana.Nah, kan jadi kemana-mana. Padahal tadi mau bahasnya es.

Oke, jadi kali ini aku mau ngreview Es Teler Singkawang, Kotabumi untuk kesekian kalinya setelah kuulas di blogku yang satunya, gembulnita.
es-teler-singkawang-kotabumi-gustyanita-p-1

es-teler-singkawang-kotabumi-gustyanita-pratiwi

Baca juga :

Lagi, Jajan Es Teler Singkawang, Kotabumi yang Legendaris itu

Es Buah Singkawang Tangerang

Ceritanya karena uda bolak-balik mampir ke sini, sementara di blog ini belum pernah kubahas sekalipun tentang si es lejen ini, maka … ga pa pa deh ya kutambahkan lagi referensi tulisan esnya. Sapa tau makin moncer, makin dikenal, dan eyke bisa jadi brand ambassadornye...#maunya situ kali ah.

Jadi ceritanya, pada suatu malam nan dingin dan menggigit, aku merasakan suasana yang cukup gersang dari dalam mulutku *uhuk hiperbol abezz*. Jadi daripada ngemol lagi dan ngemol lagi, mendingan aku ajak Pak Suami tercinta buat jajan es teler di deket-deket rumah. Karena kan biasanya Pak Su paling malas tu kalo Sabtu Minggunya uda direcokin acara ngemol yang mana memakan bensin plus anggaran belanja dadakan ahahha, jadi ya lebih baik jajannya yang irit-irit saja ya Mbul. Baiklah.

es-teler-singkawang-kotabumi-gustyanita3

es-teler-singkawang-kotabumi-gustyanita-p

Singkat kata, setelah sholat magrib, aku dan Pak Su melenggang kangkung ke sana dengan mengenakan motor kesayangan karena udah memprediksi kalo pakai roda empat pastilah bakal macet. Malem minggu ye kan…Yaudahlaya…kami ngiter-ngiter bagaikan Marco Mellandri di jalanan kotabumi yang padatnya ampun-ampunan, berjubel penuh orang pacaran.

Kami ke sana sengaja belom makan berat karena es yang akan kami makan manisnya kayak akuh #eh. Iya, jadi saran aku sih mending kalo mau makan di tempat, kalian ga usah makan berat dulu alias kosongin perut. Soalnya semangkuknya itu bener-bener sanggup mengenyangkan.

Oh ya, bagi yang awam dengan es ini…begitu sampai di lokasi yaitu yang berada di Jl. Villa Tomang Baru, Kutabumi, Kutajaya…kan ada 2 kede es yang hadap-hadapan tuh. Nah, kalo mau ngikutin seleraku (sekali lagi ini masalh selera ya), kalian bisa pilih yang sebelahan pas ama kede bakso dan mie ayam jamur–sebelahnya lagi franchise ayam goreng dan sop duren gitu (tapi namanya lupa).

Kede Es Teler Kotabumi ini dikemudikan oleh seorang kokoh-kokoh beserta istri dengan jam buka dari pagi hingga malam, kira-kira pukul 08.00-22.00 WIB. Kalo rame-ramenya sih siang ya, pas hari sedang panas-panasnya. Dengan dibantu 3 orang karyawan. Berbungkus-bungkus es siap diadon untuk dibawa pulang atau dimakan di tempat-tepat saat es serutnya masih menggunung dan sedang ‘cantik-cantiknya’.

es-teler-singkawang-gustyanita-pratiwi

es-teler-singkawang-kotabumi-gustyanita

Memang yang paling menarik adalah model serutannya karena kami sebagai pengunjung bisa melihat sendiri proses pembuatan es mulai dari penyerutan (yang dilakukan dengan sebuah alat serut rakitan), pengisian elemen-elemen penting di dalamnya, sampai penyajian akhir yang begitu menggoda selera. Oh ya untuk isiannya sendiri, es ini terdiri dari kacang merah, kacang goreng, alpukat, kelapa muda, agar-agar, tapai singkong, cincau hitam, kacang hijau, serta kucuran sirop merah racikan sendiri. Nah, sirop inilah yang membedakannya dengan es-es lain karena aroma wanginya terlebih setelah disiram dengan susu kental manis cokelat. Harganya sendiri sudah mengalami kenaikan beberapa kali mulai dari Rp 3000, Rp 6000, Rp 7000, sampai yang terakhir Rp 8000.

Selain es, kede ini juga menjual cemilan lain seperti nastar, keripik usus, kacang panjang, serta asinan bengkuang. Aku sih baru coba nastarnya aja, dan isian nenasnya padat ngeprul enak banget di mulut. Harga sebuahnya Rp 3000.

Gimana gaez, udah bikin cleguk-cleguk blom? Dilarisin yuk…

Es Teler Singkawang

Jl. Villa Tomang Baru, Kutabumi, Kutajaya

Harga : Rp 8.000,-per bungkus

Advertisements

13 thoughts on “Es Teler Singkawang, Kotabumi Tangerang”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s