Review Bebek Chik, Tangerang

Halo halo halo !!

Updatenya cepet banget ya? Hihihi…maklum, lagi ngebut ngeblog sebelom bulan-bulan besok uda ada kesibukan lain *uhuk*. Ini aja dibela-belain nulis soalnya kayak ada yang kepikiran mulu klo blom publish postingan wkwk….

Nah berhubung kemaren Pak Su cerita klo boss di kantor dapet undangan mantu dari owner bebek chik, aku malah jadi inget klo blom bikin review resto ini padahal uda pernah makan di sana kira-kira satu tahun yang lalu, hahaha….Jadi mumpung ada foto plus rekomendasi makanannya juga enak, makanya kali ini aku bener-bener niatin buat ulas.

1508346914660

Resto Bebek Chik yang kami datangi ini terletak di Tangerang City Mall (Tang City), lantai 1. Kebetulan waktu itu sekalian belanja bulanan, jadi pas pulangnya kelaperan ya akhirnya melangkahlah kaki ini ke sana. Kata Pak Su yang juga kenal ownernya, bebek chik ini punya khas tersendiri yang tentu aja beda dari yang lain. Rasa bebeknya juara dan premium punya. Porsinya juga wow dengan harga yang ga kalah wow *eheum*. Jadi dijamin ga bakal mengecewakan sih klo mengedepankan kualitas rasa. Karena blio sendiri yang bilang begitu ya aku percaya aja. Terus ucluk-ucluk dateng ke restonya yang dari pandangan pertama uda bisa ngebuat aku berdecak kagum. Megah euy ! Begitu nyampe depan, kami uda disambut tagline Bebek Chik yang bertuliskan gede-gede lengkap dengan beberapa biji ornamen bebek yang super kyut : “Dimana Ayam Ketemu Bebek”. Nah loh? Artinya resto ini ga cuma konsen di bebeknya aja berarti, tapi juga ada sajian lain seperti yang ada dalam slideshow buku menu dan harga di bawah.

Seperti yang udah aku bilang sebelumnya, bahwa salah satu parameter resto bagus itu terletak dari interiornya. Dengan latar warna dinding kayu yang dikombinasikan warna abu-abu serta kuning berbunga-bunga, resto ini disetting ada ‘kelas’ tersendiri yang tercermin lewat bangku-bangkunya juga pencahayaan yang sangat romantis (alias sedikit dibuat remang-remang).

Ada beberapa model bangku yang dipisah antara area privat dengan area umum. Yang privat aku tebak sih khusus buat pertemuan bisnis sambil makan-makan gitu kayaknya atau klo ga acara keluarga. Nah, yang ini letaknya ada di bagian dalem. Sementara yang umum ya bertebaran di area depan. Kursinya juga ada yang model kayu, ada pula yang sofa baik yang merah (posisi ada di depan) serta yang ungu panjang (menempel pada dinding bagian depan).

Daftar Menu dan Harga di Bebek Chik

This slideshow requires JavaScript.

1508347046067

1508346965152

1508347120197

Sementara itu pelayanannya juga sangat ramah, karena pas aku ijin foto-foto beberapa sudut buat kuabadikan di blog ini, dengan senang hati mereka mempersilahkan bahkan merekomendasikan menu mana yang sekiranya spesial. Atas pengalaman Pak Su yang uda malang melintang makan di sini, akhirnya pilihan jatuh ke menu bebek goreng kremes, tumis kangkung balacan, dan primadonanya yaitu sop bebek sayur asin pedas. Minumannya standar es teh manis.

Proses masaknya aku bilang bat-bet sih alias cepet. Kayaknya ga sampe 10 menit, hidangan uda nyampe di meja. Pertama, bebek kremesnya dulu Cuy ! Begitu terhidang, yang muncul pertama kali dalam mulut ini adalah, “Gokkkks (gokils Men!), porsinya gede banget!” Iya potongannya emang dibikin seset-seset gitu yang menyebabkan harganya juga ikut naik huehehe. Klo bentuknya sendiri lumayan unik ya. Dia dibalut kremesan yang menyerupai sarang tawon gitu. Jadi begitu sarangnya dibuka, taraaaaa…kita akan menjumpai bebek goreng juicy yang kaya akan daging dan juga lemak #uhmmm…sungguh kutergoda akan cokelat mengkilatnya bagian kulit. Teksturnya empuk….ga alot apalagi bau bebek yang strong. Ga. Ga ada sama sekali. Yang ada hanyalah rasa bebek yang kenyal gurih empuk dipadu sama kremesan yang ughlala….crunchy bangeddd. Oh ya, seporsinya ini udah sekalian ama sambel dan juga sedikit lalapan ya.

Baca juga : “Ayam Judes vs Bebek Banyumas”

Kedua, menu rekomendasi Pak Su yang katanya juaranya resto ini, sop bebek sayur asin pedas. Begh denger namanya aja, aku baru sekali itu. Otomatis penasaran fong. Terus melongok ke mangkok Pak Su : “Kayak gimana sih isinya?”. Ternyata kuah-kuahan dengan basis daging bebek sodara-sodara. Klo biasanya yang dijadiin asem-asem itu ikan, ato mentok-mentoknya ayamnya garang asem, nah ini ternyata bebek! Gimana ga gokils bin unik kreatif haha….Jadi dia itu ditaroh di wadah yang masih kemepul gitu, terus warnanya coklat mirip asem-asem, isiannya bebek (jelas), aneka sayur seperti tomat, daun bawang, dll, tahu serta bumbu-bumbu yang bikin si sopnya ini kerasa seger. Daging bebeknya? No amis sama sekali. Tekstur, emfuuuuuuk.

1508347086687

1508347387065

1508347258353

Selanjutnya, tumis kangkung belacan. Ini pas terhidang masih panas banget nih. Soalnya pake hot plate. Warnanya juga ijo cantik dengan sensasi belacan yang gurih. Pokoknya juara dan jadi temen bebek yang okay.

Secara keseluruhan, menu di sini maknyus ya walo aku saranin sebelom ke sini pastikan kalian chek dulu daftar harganya yang terbilang premium itu, hehee

1508347008186

1508347170353

1508347311765

Bebek Chik, Tangerang
Tangerang City Mall, Lantai 1, Jl. Jendral Sudirman No. 1, Kec. Tangerang, Tangerang

Telepon
021 29309710

Average Cost
Rp175.000-Rp 200.000 untuk 2 orang (rata – rata)

Jam Buka
Hari ini 11h -22h

Advertisements

14 thoughts on “Review Bebek Chik, Tangerang”

  1. Tampilan dan tempat makannya sepadan dengan harganya ya Nit..

    Kmrn aku brsan beli bebek juga..di salah satu warung sunda di Jogja. Tp bau bebeknya msh ketinggal… 😑

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s