Review Radja Sop Duren, Tangerang

 

Belom boleh makan duren sih (padahal yang memutuskan diri sendiri wkwk), tapi yang ini enak banget. Yang aku maksud di sini adalah Radja Sop Duren yang salah satu cabangnya berada di Ruko Permata Tangerang, Blok BD1 No. 3 (satu kompleks dengan Giant Permata Tangerang–lebih tepatnya seberangnya Giant). Konon, yang di Permata ini merupakan cabang yang ke-10, berarti uda lumayan banyak yes ekspansi bisnisnya.

1501660803991

1501660624641

Bangunannya sendiri didominasi oleh warna ijo dengan ciri khas gerobak franchise berhiaskan diorama duren yang dijajar rapi di depannya. Sumpah, pas ngeliat dioramanya ini, aku pikir yang dipajang adalah duren asli, taunya bukan, wkwk.

Dia ini menawarkan prodak berupa minuman seger berbasis duren kentel dalam satu cup gede dengan banderol harga bervariasi. Tergantung rasa. Klo yang ori no campuran topping dihargai Rp 12 ribu. Tapi klo yang varian lain misal oreo, marsmellow, dll dihargai beda lagi, tergantung seberapa mahal perintilan toppingnya. Cuma ya aku teteup sukanya yang ori punya, biar rasa durennya itu ga jadi ambigu karena kecampur ama yang lain #halah.

Untuk sistim pembayarannya, dia memberlakukan sistim antrian. Jadi dikasi nomor dulu, bayar di kasir, abis itu baru dapet durennya.

Menurutku durennya ini beneran rasa duren asli ya. Bukan cuma yang essense. Manisnya bahkan berasa kayak duren monthong meski aku ga tau pasti jenis duren yang digunakan adalah duren apa. Pernah suatu kali Pak Su nyeletuk, daripada suka kecolongan beli duren di pinggir jalan (yang biasa dijual dadakan sesuai musim), yang apesnya suka hambar terus sebutirnya 30 ribu belum tentu isinya banyak, mending beli yang pasti-pasti aja, yaitu 1 cup Radja Sop Duren *orangnya suka berpikir praktis*.

1501660776301

1501660834191

1501660739017

Jadi selain sari durennya, satu cup itu juga dikasih 1 pancake duren beku gitu di dalemnya sehingga klo pas ketemu ama lidah jatohnya jadi berasa kayak dapet jekpot, wkwkkkk… seger abezzz !

Sebenernya dagangannya ga cuma es duren aja sih. Ada cemilannya juga klo ga salah cilok en pancake duren. Cuma aku sendiri blom pernah cobain. Baru naksir si durennya aja.

Klo ditanya sikon warungnya penuh apa engga, jujur yang terlihat dari mata kepala sendiri sih penuh terus ya, terutama untuk pasar anak muda kekinian yang haus akan kongkow-kongkow, meski klo nyamper ke sini seringnya aku minta buat dibungkus aja untuk dibawa pulang. (Gustyanita Doc)

 

 

 

Advertisements

6 thoughts on “Review Radja Sop Duren, Tangerang”

  1. Tak kira tadi ngereview, Mendem Duren lho mbak. Ternyata beda to, ini saudaranya? Hihi. Bener juga itu kata suamimu mbak, mending beli yang pasti-pasti aja. 12 ribu udah dapet es duren plus pancake duren yang endeus 😀

    Kalau aku pernah nyobanya yang Mendem Duren. Itupun gegara di traktir temen ding. Rasanya emang mantep sih, durennya berasa.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s