Jalan-Jalan ke Bali Part 4 : Makan Siang di Warung Bu Kris

Setelah sesiangan berlelah-lelah ria di Pantai Padang-Padang, kami pun memutuskan untuk isi perut dulu ke arah Nusa Dua. Mengapa begitu? Sekalian arah pulang Cuy. Jadi ceritanya kan kami bingung tuh mau makan siang (yang uda keburu sore) dimana. Walhasil, Om Darmaji-guide dadakan yang udah berbaik hati ngawal kami jalan-jalan- merekomendasikan gimana klo makan di Warung Bu Kris aja. Yoih, Warung Bu Kris yang spesial penyetan dan udah punya cabang di mana-mana itu loh, termasuk juga Jakarta. Jyaaaaahhh….tapeee deh. Kupikir mau dibawa ke yang khas Bali. Ternyata yang di Jakarta pun ada huhahahaha….(iya, salah satu cabangnya Bu Kris kan di daerah Jakarta ada ya). Tapi it’s okaylah ketimbang bingung ga nemu-nemu tempat makan lagi. Mau nyari yang listnya uda ada di itinerary kok ya takut keburu malem. Kan kasian perut ini belom dikasi nasi. Manalah hari ke-2 rencananya udah hatus check in di hotel yang berbeda dari hotel sebelomnya. Jadilah kami ngikut aja lah apa kata yang punya rumah hahahaha…

Baca juga : Pantai Padang-Padang

Baca juga : Mampir ke Ayam Betutu Khas Gilimanuk

1518162982019

Nah, kira-kiranya pukul 3 sore, kami tiba di Warung Bu Kris yang cabangnya berlokasi di Jl. Raya By Pass Nusa Dua 88, Banjar Mumbul, Bali. Warung makannya ini ada di pinggir jalan utama, jadi gampang lah ya buat dicari. Bangunannya terdiri dari 2 lantai dengan halaman parkir yang cukup luas. Jadi pelanggan yang menggunakan kendaraan roda empat bakal dimudahkan dalam hal parkir. Konsepnya sendiri kayak model rumahan gitu, jadi masakannya juga menu-menu khas rumahan, khususnya untuk menu penyetan.

Kebetulan sore itu suasana warung makannya lumayan penuh, jadi kami kebagian booking di meja yang berada di lantai 1. Model mejanya kayu panjang dengan posisi menghadap tipi. Ndilalahnya channel yang disetel pas acara bola, jadi beberapa penonton langsung tertuju padanya. Nah aku sendiri paling demen klo dapet area bagian pojok tuh, soalnya biar bisa foto-foto makanannya (buat ditaruh di blog) dengan leluasa, ga gitu tengsin dilirikin orang, wakakaa… Apalagi pas sedang rame-ramenya kayak gini, klo ga dapet meja yang primpen alias tersembunyi ya bakalah rikuh pas mau futu-futy. Nah, tapi sisi plusnya adalah karena ramai itulah, maka dalam hatiku semakin yakin bahwa aaaaahhhh memang recomended kali ya rasa masakannya. Klo ga, mana mungkin bisa seramai ini. Okelah, daripada banyak bacod, mending langsung aja kita buktikan kualitas rasanya.

Next…

Next…

Baca juga : Bermalam di Rivavi Kuta Beach Hotel, Legian

Setelah pandang-pandangan sekian lama mau pesan apa (ini beneran deh tiap kali sesi pesan menu rasanya lamaaaaa baaat dah), akhirnya 3:1 dari rombongan pesan menu yang sama. Ceritanya seragaman pengen paket bebek goreng. Sedangkan yang beda cuma Pak Su dan Om Darmaji. Iyalah, udah apal, Pak Sun kan yipe-tipe penyuka menu yang antimainstream ahahhaha. Klo Pak Su asem-asem ayam, Om Darmaji penyet ayam tambah sayur asem. Minumnya kompakan es teh (iyalah yang paling gampang). Nah, setelah deal dengan pilihannya masing-masing, makanan pun diracik kurang lebih 15 menitan.

Langsung aja ya reviewnya. Untuk paket bebek gorengnya, dalam 1 piring terdiri dari setangkup nasi yang di atasnya ditabur sejumput serundeng, bebek dengan pilihan dada atau paha, lalapan mentimun ama kemangi, juga sambel mangga muda.

1518162789590

1518172960929

1518162899526

Bicara soal bebeknya, klo disuruh milih bagian dada ato paha, aku sih lebih prefer ke dada ya. Soalnya kulitnya lebih tebel ehehehe…#pecinta bagian kulit garis keras. Rasanya sendiri juicy namun ga gitu ngenyangin ya. Nah, aku paling suka tu klo digorengnya model juicy gini nih. Ga terlalu garing yang menyebabkan dia jadi keras dan terlalu oily di mulut. Jadi pas…apalagi ditambah dengan nasi bertabur serundeng dan cocolan sambel mangga muda yang pedeuuuuusnya nampol banget, uhh itu tuh rasanya surga dunia bange qaqaaa….Ya walo aku lebih suka nyemilin bagian mangganya doang sih sementara ulegan cabenya aku pinggirin #anaknya lemah terhadap cabe.

Teruuuuus menu selanjutnya adalah asem-asem ayam hasil ngrampok ngicip punya Pak Su. Semangkuk isinya ayam bagian dada (uda sama sayapnya), tahu putih, cabe rawit glundungan dan kuah yang mirip-mirip rasa garang asem. Rasanya seger banget. Pas bnget buat disantap waktu masih panas.

1518162982019

1518163052337

Sementara itu, sayur asemnya Om Darmaji, terdiri dari elemen sayur asem pada umumnya kayak jagung, daun melinjo, kubis, kacang panjang, labu, serta kacang tanah. Katanya sih seger juga, meski aku ga ngicip tapi aku percaya kok dari tampilannya hahhaha…

Untuk harganya, aku bilang sih termasuknya murah ya. Apalagi buat yang menu paket. Kan biasanya klo modelnya paket rasanya kan so so ya, nah di Warung Bu Kris ini ga loh. Walopun paket, tapi rasanya teep wuenak layaknya menu yang bukan paket. Jadi kayak bener-bener dipikirkan dari kuaitas rasa sih menurutku, seenggaknya buat menu-menu yang udah kami pesan.

Untuk detil harganya bisa diliat di daftar harga berikut ini.

1518173189207

1518173095722

Pokoknya semuanya maknyus. Bahkan pabila ada waktu buat balik lagi ke Bali, rasanya pengen deh reorder penyetan Bu Kris ini. Penasaran blom nyobain baso penyetnya soalnya hihihi…

Warung Bu Kris, Spesial Penyet
Jl. Raya By Pass Nusa Dua, 88, Banjar Mumbul, Bali
Buka : Senin-Jumat
Pukul : 10.00-21.00 WITA

 

 

Advertisements

8 thoughts on “Jalan-Jalan ke Bali Part 4 : Makan Siang di Warung Bu Kris”

  1. Mbuuul, aku kayaknya baru main ke blogmu yang enih yak. Kemana aja guweeh.
    Itu momen tatap-tatapan kalau mau pesen menu iya banged. Belum lagi nanyain bocah mau makan apa yang dijawab dengan hmmm, hmmm apa ya? *mungkin pelayannya kezel, hahaha.

    Liked by 1 person

  2. Samaaaa, kalo beli ayam goreng atau bebek goreng pesennya mesti yang bagian dada, nggak terlalu suka bagian paha. Begitu juga kalo beli soto, dagingnya minta yg bagian dada.
    Warung Bu Kris di Bali nggak pernah nyobain, pernahnya yang di Surabaya.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s