Soto Mang Sahrul, Tangerang (Depan Amsterdam Waterpark)

Gini hari enaknya ngomongin soto ye gaez…

Mmmmmmmm…..Soto…soto apa yang kalian suka? Secara, soto kan banyak tuh macemnya,…mostly (hampir semua) kota di Indonesia punya. Ada Soto Kudus, Soto Bogor, Soto Banjar, Soto Sokaraja, Soto Wong Solo, Soto Betawi, Soto Lamongan, de el el de es be. Nah, kebetulan di Tangerang sendiri–yang banyak aku temui adalah keberadaan Soto Tangkar. Mengintip laman wikipedia (buat ngartiin asal-usulnya), ternyata soto tangkar ini berasal dari Betawi. Karena jika ditilik dalam Bahasa Betawi pada masa Penjajahan Belanda, kata ‘tangkar’ sendiri memiliki makna salah satu bagian dari daging sapi yaitu iganya. Jadi karena pada masa kolonial silam para pekerja tiyang walandi baru sanggup mengudap bagian sapi yang berdaging seiprit (yaitu iga) serta jeroan yang merupakan sisa-sisa dari hidangan pesta para meneer yang full daging, maka dari situlah tercipta soto tangkar.

1522061145174

PhotoGrid_1522071336930

1522057628437

Nah, salah satu tempat yang paling sering kami sambangin untuk mengudap soto jenis ini adalah Soto Tangkar punyanya Mang Sahrul yang berada di kompleks Amsterdam Waterpark, Jl. Grand Tomang Baru, Tangerang. Deket sama PHD Grand Tomang dan puluhan kaki lima lainnya yang mangkal di depan Amsterdam kayak cireng isi (e sriyus gw suka berburu cireng loh di sini), bakso malang, nasgor, mendoan, angkringan, gado-gado, pecel ayam/lele/seafood, sop duren, rambut nenek, cilok, dll. Model jualannya berupa warung tenda. Seringnya mampir pas malem hari, walau kalau ga salah inget siang juga buka sih.

Lalu kayak gimana sih yang namanya soto tangkar Mang Sahrul itu?

Jenis dagangannya sih ada beberapa macam ya, kayak soto babat, soto daging, soto kikil, soto paru, soto usus, serta sate kuah. Sebenarnya kuahnya sih sama aja ya, warnanya cokelat tua, bersantan, dan beraroma rempah. Klo aku analisis sih ada rasa-rasa kunyit, merica, sereh yang berpadu jadi satu sehingga menciptakan kesegaran yang pas dan menghangatkan raga *haduh lebe gw*. Paling yang membedakannya ya itu tadi isian dagingnya. Antara yang daging aja atau bagian jeroannya (paru, babat, atau usus). Selebihnya sama plek ketiplek tiplek. Aku pribadi sih doyannya yang babat. Begitupula Pak Su. Lebih kenyil-kenyil soalnya hahaa…

1522057465541

1522061035420

1522057514793

1522061195227

1522061682062

1522057577036

1522061062866

Paling nikmat menyantap kupadan ini adalah dengan menambahkan acar timun, sambel, kerupuk, emping serta nasi putih dengan taburan bawang goreng. Duhhh sedyeeep. Walau kadang tekstur nasinya agak keperaan klo diukur pake lidahku yang terbiasa makan nasi pulen. Beda dengan pak su ysng menurut beliau segini ya tingkat kematangan nasinya pas. Soalnya kan dia jadi temen makan kuah. Jadi enakan ya yang rada peraan. Gitu kata dia haha…

Harganya juga lumayan sih. Satu mangkoknya dikenai Rp 14000, nasi Rp 4000, emping or krupuk Rp 2000 (gustyanita pratiwi)

“Soto Mang Sahrul”
Jl. Grand Tomang Baru, depan Amsterdam Waterpark

 

Advertisements

7 thoughts on “Soto Mang Sahrul, Tangerang (Depan Amsterdam Waterpark)

  1. Sumpah lapeeeer liatnya. Soto tangkar favku untungnya dekat kantor ada :). Tapi ttp ya ga mau sering2 krn inget kolesterol nit hahahaha :p

    Liked by 2 people

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s