Oseng Mercon Ibu Menik, Jatiuwung, Tangerang

Referensi kuliner Pak Suami jauh lebih kaya daripada aku. Makanya yang sering inisiatif ngajakin makan di luar ya blio ini. Maksudnya makan di luar dengan format tujuan yang lebih jelas. Ga kayak aku yang cuma ngomong “Hayuk makan di luar!”, tapi pas ditanya mau makan dimana bengongnya sejam sendiri karena saking ga ada gambaran makan dimana, hag hag hag.

1531212166558

1531212384202

Nah, salah satu yang Pak Su sering sambangi adalah Oseng Mercon yang keniqmatan bebeknya sungguh sangat haqiqie, hedew. Nama tempatnya adalah Oseng Mercon Ibu Menik yang bertempat di Ruko Rotterdam Blok D5, Jl. Prabu Kiansantang, Jatiuwung Tangerang. Format rukonya 2 lantai. Warna gedungnya oranye cerah.

Sebenernya di sini ga cuma spesialis bebek sih. Tapi ada juga ayam mercon, gudeg, oseng daun pepaya, sambal goreng krecek, opor ayam, telor pindang, juga tahu dan tempe bacem. Cuma klo kata Pak Suami sih terendeusnya adalah si bebeknya ini. Yongkraaaaai, soalnya kan ntu bebek dibikin mercon ya. Jadi ada sensasi pedes-pedes nikmatnya gitu loh selain ayam mercon.

Next…

Next…

1531212871228

1531212899708

1531212668835

1531212727505

1531212110538

Adalah suatu siang di bulan-bulan awal 2018 dimana Dedek Asyiqa Cekgu–‘bayi mom’snenku’–masi menginjak usia 4 bulan. Waktu itu aku sedang baru-barunya keluar dari kandang setelah dipingit beberapa bulan lamanya karena ngurus bayi yang masih merah. Jadi begitu ditawarin : “Mau makan dimana Mbul?”, giranglah hati ini yang seolah baru keluar dari gua dan waktu itu amat sangat membutuhkan asupan nutrisi ekstra sebagai ibu menyusui. Nah, pas ditanya kayak gitu lalu reaksiku uda mulai menunjukkan hawa-hawa pingin bengong sesaat karena bingung mau makan dimana, langsunglah Pak Su ngajakin aku ke Oseng Mercon Ibu Menik ini. Biar ga kelamaan mikir maksudnya. Karena kan hari udah semakin siang ya. Matahari juga uda berada di atas kepala dan perut rasanya uda sangat keroncongan.

Setelah melalui serangkaian jalanan beraspal yang cukup menyengat, tibalah kami di ruko tempat Oseng Mercon Ibu Menik berada. Dari sekian ruko yang ada, kebetulan hari itu cuma Oseng Mercon inilah yang beroperasi, jadi lumayan tenang ya cz kami kan pengen makan dengan khusyuk karena sambil membawa beby. Ada sih yang lebih ramean dari yang di sini, kalo ga salah warung utamanya yang di deket Pasar Kemis dan Pasar Lama (FYI, pas aku tanya cabangnya ada berapa, dijawabnya 4). Cuma di sono kan pesti lebih tumpuk undung sama orang ya, terus kata Pak Su juga kursinya model bangku gitu, jadi kuatirnya babyku ga pewe buat tiduran.

1531212851839

1531212771853

1531211881208

1531211954977

1531211813079

1531211994154

1531212572732

1531211085046

1531212547468

1531212800297

1531328690445

1531211182704

1531212032340

1531201586793

Sedangkan yang di Cabang Jati ini, ndilalahnya kok ya pas kami masuk berasa dilayanin dengan teramat sangat ‘wah’. Mungkin karena ngliat aku bawa kamera kali ya, jadi yang nungguin rada menebak-nebak apakah eke seorang wartawan. Terus Pak Su bilang iya biniknya ini (baca : gue) adalah seorang wartawan, walaupun uda jadi mantan. Mantan wartawan kekekeeek. Lebih tepatnya wartawan majalah bisnis yang sekarang hobi kulineran jadi sosoan mau jadi food blogger elaaah.

Jadi karena cerita-cerita mau review itulah, akhirnya kami dijamu layaknya tamu vvip, hazeg haha. Kata si ibu yang jaga warung : “Silakan aja mbak difotoin. Mau ke atas juga boleh. Di sana kami juga ada dapur bersih dan tempat untuk pertemuannya juga loh.” Wow…kayak mana ga langsung antusias gue, secara tiap mau ngeluarin kamera pas mau review resto aku kan selalu malu-malu kucing ya. Nah ini malah dipersilakan dengan amat sangat friendly, xixixi….Udah gitu disiapkeun pula alas buat ngaplah-aplah si beby sementara emaknya diharapkan bisa makan dengan tenang nantinya. Bahkan, ditambah bonus pula, ini beby digendongin bentar pas uda mulai menunjukkan tanda-tanda mau krengkie sementara emak bapaknya lagi jlabut ama sambel mercon. Duh so nice banget ibu-ibu yang jaga rumah makannya, karena bebyku langsung anteng bahkan pules dan lanjut bobok hihihi….laaaaafffff.

Oh ya, jadi ceritanya itu setelah pesen menu yaitu oseng daun pepaya + bebek (dimana waktu itu aku request ga gitu pedes karena masih nyusui), jus jambu, dan es teh manis, diriku pun ambil kesempatan buat mengitari seluruh penjuru ruangan yang tadi katanya boleh difutu-futu. Mulai dari depan yang ada papan plang nama restonya, bagian meja kursi untuk tamu, dapur bawah dimana aku bisa ambil gambar menu selain menu utama, dapur atas yang kayaknya belum dioperasikan karena masih cliiiing bersih anet, juga tempat pertemuan yang bisa disewakan untuk acara-acara yang kebetulan hari itu dipakai untuk seminar persiapan Haji. Habis ngexplore lantai atas, aku turun lagi dan di sana menu udah mejeng di atas meja buat segera disantap. Wah pelayanannya cepet juga ya. Apa mungkin karena yang makan di tempat cuma kami hahhaha, e tapi yang beli sebenernya banyak loh, cuma seringnya pada minta dibawa pulang.

1531212695067

1531269284148

1531212614448

1531212639709

1531212833253

1531212358063

1531212460221

1531212231283

1531212800297

1531212074205

1531328661144

1531328617132

Langsung aja deh reviewnya. Pertama ofkors adalah si bebek merconnya ini. Klo dari segi tampilan, antara bebek mercon Pak Su dengan bebek mercon punyaku jelas beda ya. Soalnya kan punya Pak Su yang berlumur sambel mercon beserta biji-biji cabenya. Sedangkan punyaku yang no pedes. Terus dari segi ukuran, punya Pak Su jauh lebih guedeww dari punyaku hahhaha, tapi ga pa pa sih aku kan tau kapasitas perutku ga kayak punya dia wkwkwk. Untuk teksturnya sendiri, dia empuk ya. Ga alot kayak olahan bebek pada umumnya. Bumbunya juga remesep banget apalagi ditambah dengan sensasi puedes nampolnya si mercon, so pasti bikin bibir ndower kemerahan hihi. Sedeeeep mantab !

Nah rupanya, olahan bebek mercon ini ga bakal senendang itu klo disantap tanpa ijo-ijoan macem oseng daun pepaya. Klo kataku sih osengnya ini yang bersifat melengkapi kenikmatan rasa karena kan jadi ada seratnya ya. Ga melulu pangan hewani hahhaha. Rasanya juga ajib banget. Ga ada pait-paitnya sama sekali karena ngolahnya pinter. Cuma porsinya aja yang kurang buanyak hihihi #maruk lo ah Mbul.

1531212269080

1531212438898

Terakhir, beveragenya. Jus jambuku terutama yang big size banget pas buat booster ibu menyusui dengan tampilan warna pink yang instagramable aneeeth. Rasanya juga pas ga kemanisan karena aku minta ga ditambahin susu kental manis. Jadi ga bikin kenyang setelah menyantap nasi. Klo punya Pak Su, es teh biasa sih. Tapi seger. Karena ga sewareg klo nyruput jus yang teksturnya lebih kentel kan klo abis makan berat hahhhaha.

Review Oseng Mercon Ibu Menik Menurut Penilaianku

  1. Restonya bersih dan luas
  2. Pelayanannya ramah dan cepat
  3. Rasa masakannya enak
  4. Bebek merconnya empuk, pedes, nagih
  5. Oseng daun pepayanya ga pahit
  6. Harga standar

Klo soal harga, standar sih. Klo ga salah inget 2 orang itu ya kisaran 50 sekian ribu deh (maklum ini postingan lama dan baru sempet diselesaikan sekarang jadilah aku lupa rinciannya berapa).Pokoknya overall memuaskan sih menurutku. Hauceeeekkk ^_^ (Gustyanita Pratiwi docs).

“Oseng Mercon Ibu Menik”

Alamat : Ruko Rotterdam Blok D5, Jl. Prabu Kiansantang, Jatiuwung Tangerang
Kontak : 0857 1113 8097

Sampai jumpa lagi di review selanjutnya…

Advertisements

13 thoughts on “Oseng Mercon Ibu Menik, Jatiuwung, Tangerang”

  1. Syuka baca review kuliner di sini karena foto2nya segambreng dan bikin ngiler hahaha… btw sepertinya pak suami penggemar berat bebek ya..
    Dan makasih lho saya jadi tahu caranya supaya kita dijamu layaknya tamu vip di sebuah warung makan: nenteng kamera. Hahaha…. sepertinya saya mau coba😄

    Liked by 1 person

  2. Baru dijembrengin nama makanannya aja udah ngiler duluan hahaha, apalagi abis liat fotonyaaa. Duh bikin laper. Foto2nya tambah bening sekarang, tambah baguuus.
    Dipersilahkan foto2 tuh seneng banget ya kayak nemu harta karun gitu, iya sih kan bahan postingannya jadi makin lengkap. Aku selama ini pake kamera hp aja udah malu2, apalagi kalo bawa kamera hihi.

    Like

  3. Di Tangerang banyak ya tempat kuliner enak, aku ngiler huhuhu. Dari kemaren nontonin Youtube ada yang makan oseng mercon belom keturutan soale aku tahunya cuma di Jogja dan tahun ini nggak mudik.

    Like

  4. duuuuh kalo inget sambel mercon, aku inget pengalaman makan oseng mercon yu narti di jogja nit… sukses bikin aku diare soalnya wkwkwkwkwkwk.. saking pedesnyaaa… td aku pikir ini bebeknya diksh oseng mercon kikil gitu, ternyata cuma sambelnya yaaaa… ntahlah, lidahku skr ini ga terlalu kuat pedes sejak tinggal di jkarta hahaha.. tp masih sukaaa semua makanan pedes.. cuma jd agak mikir, ini bikin sakit perut ato gaaa..

    tapi kalo disuruh milih yg ga terlalu pedes, ntah kenapa ga pengin ;p.. halaaah, galau lidahku.. di satu sisi pgn pedes, tp kepikiran juga ama perut ;p

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s