Review Warung 33 Karawang, Spesialis Pepes

Nerusin cerita kemaren nih. Masih seputaran mudik juga. Jyaaaaa…basi amat baru ditulis sekarang Neng? Baru sempet ketemu moodnya soalnya #halesyaaaaan. Tapi biarin deh keburu uda gatel pengen majang futu-futu makanannya.

Jadi, setelah check out dari Plaza Hotel Tegal, kami langsung bablas Tol Cipali yang puanjaaaaaaaang itu. Nah, karena saking panjangnya dan kebetulan males mandeg di rest area, jadilah Pak Suami yang nyemlong aja tar begitu nyampe Karawang baru makan (soale aku uda ga nafsu duluan klo makan di rest area yang lagi puncak-puncaknya arus mudik, saking tumplek blegnya sama orang jadi ngeliat apa-apa serba penuh, tempat makan klo penuh kan ruwet ya, belum klo numpang toilet, uh wow rada skeri aku bayanginnya #sawryyy klo lebe haha).

Balik ke topik…

Kebetulan Pak Suami cerita klo dia ada pengalaman pernah makan di warung sederhana yang khusus pepes-pepesan pas ketemu klien di kawasan industri Karawang. Yaweslah, berhubung perut juga rasanya udah ngelih banget akhirnya aku oke. Yang penting tempatnya bisa buat selonjoran Dedek Asyiq karena kan sekarang klo mo makan di luar ada kerempongan tersendiri ya setelah ada beiby wkwkwk.

1532686398555

Kira-kira ba’da asyar, akhirnya kami tiba juga ke Te-Ka-Pe. Udah sore. Uda peteng. Daerah Karawang euy yang mana aku buta arah banget ama arah-arahnya #dih ga cuma Karawang aja kali, semua tempat juga kamu bingung arah Mbul hahaha. Iya lah selama ini klo kemana-mana nurut pasrah ama yang nyopirin sih. Jyaahh. Coba klo dilepas, pasti udah ilang ksli ya w? Haghag.

Nah, kembali lagi ke leptoooop.

Jadi begitu nyampe sana, yang kami lakukan sebenarnya adalah masih ngambang. Soalnya ada yang kelupaan ama nama warung dan posisinya ada di mana. Katanya sih warungnya kecil aja, semacam warnas-warnas gitulah yang kayak punya orang tegal. Cuma lauknya yang buanyaaaak banget. Aneka pepes ikan yang diklaim Pak Su punya rasa yang dep-sedep.

Tapi pas kami coba jelajahi kira-kira adanya di lokasi X, eeee pas nyampe sono, kok nda ada tuh tanda-tanda kehidupan. Warunge masih tutup. Terus aku tanya lagi, emang waktu itu makannya pas kapan? Dijawabnya sih pas hari kerja, soalnya orang-orang pabrik di kawasan industri setempat pada banyak yang mampir makan siang di situ waktu itu . Hah???? You say nanaonan Pah? Pas hari kerja?  Owalahyuuung, ya pantes ae masih tutup. Aku prediksi sih bukanya cuma weekday dan ga di suasana yang masih anget-angetnya Lebaran kek gini nih.

Dengan tangan hampa (maksudnya ga jadi makan cuy, akhirnya kami balik arah). Namun, mungkin karena masih ada yang belom ridho karena ga jadi makan pepes *lirik Pak Su*, akhirnya seolah dewi fortuna masih memberikan kesempatan kedua pada kami #duile bahasanya yaaa buuu hahaaa. Tepat di deket gerbang keluar area industri, ada satu warung lain yang kurang lebih menunya hampir mirip-miriplah dengan warung yang tadinya kami incer. Masih seputar pepes-pepesan juga dan tentunya masakan rumahan lainnya. Kali ini kami tergoda buat nyobain makan di Warung 33, Karawang.

1532686760099

1532686781279

1532686008254

1532686371366

1532686687144

1532686078345

1532686035415

Warung yang dari eksteriornya keliatan homey dengan design bambu beratapkan daun klaras dan cat bangunan yang berwarna hijau ini terletak di Jl. Barata Blo A, No. 136, Perumnas BTJ, Karawang. Modelnya warnas lah ya. Tempatnya lumayan gede. Konsepnya ada yang khusus pepes ada juga yang menu modern seperti nasgor dan teman-temannya (maksudnya mie goreng, bihun, de el elnya itu loh). Cuma klo yang ini kan uda menstrim kan ya klo di deket rumah juga banyak, jadi kami melipir ke stand pepes-pepesan aja.

Bangkunya ada 2, yang meja kursi biasa atau pilih yang lesehan dengan pondok-pondok tersendiri yang pas banget buat pengunjung jenis rombongan. Kami sendiri, meski dateng ber-3 bareng si bayi (e dia tetep keitung loh wkwk), akhirnya milih bangku yang lesehan biar beibyku bisa tiduran tentunya dengan alas selimut yang kami bawa sandiri. Maklum, ada yang ngeyel ga mau bawa carseat, rempong katanya.

1532686282264

1532685801217

1532686319584

1532686641135

1532685829459

Dari segi pengunjung termasuknya rame juga. Karena pas kami ke sana ada juga rombongan keluarga yang ikut mampir dan sepertinya merupakan pemudik balik juga seperti kami. Bahkan ada juga yang numpang mandi dan sholat karena mungkin uda terlampau pingin bersih-bersih setelah menempuh perjalanan yang lumayan melelahkan.

Sore itu kebetulan beberapa menunya sudah lumayan abis-abisan. Yang tersisa di meja tinggal beberapa jenis pepes, seperti pepes jambal, pepes ayam, pepes tahu, pepes kembung dan garang asem (itu untuk yang tum-tuman ya alias yang dibungkus daun pisang). Rata-rata harga per bungkus pepesnya ini Rp 10 ribuan gitu. Lauk lainnya khas masakan rumahan pada umumnya seperti ayam dan bebek goreng, tahu tempe, rica-rica, aneka sayur seperti sayur nangka, orek, sayur tahu pedes, dll. Ada juga jajan pasar yang tinggal beberapa bungkus kayak klepon, pukis, nagasari, dan hungkwe mutiara yang membuatku sebenarnya pingin nyomot juga, tapi ga jadi soale harganya blom kliatan, Hahaha. Yang lain, paling klo ada yang pingin tambahan cemilan, bisa juga ambil aneka kerupuk, emping, ataupun peyek.

1532685715023

1532685871593

1532685756823

1532685969811

1532686171280

1532686711788

1532686573540

1532685935326

1532686444147

Kami sendiri waktu itu pesan pepes jambal, kepala bebek, sayur kangkung, rica-rica, dan sayur tahu. Nasinya uda itungan porsi bakul sendiri dan ada tambahan lalapan juga yang terdiri dari mentimun, kubis, sambel. Sambelnya pedes bang3t btw. Minumnya aku es teh manis, Pak Suami es degan (kelapa muda). Proses penyajiannya lumayan cepet juga, karena yang pepes tinggal diamgetin, sementara klo yang ayam atau bebek ungkep tinggal goreng lagi.

Klo dari segi rasa, Pak Suami sendiri sih katanya endeus. Pepes jambalnya gurih dan berbumbu. Juga ga amis. Tapi klo sepengecapan lidahku ya kayak rasa pepes pada umumnya lah hahaha. Rica-rica pesenan blio juga katanya enak. Pedes menggigit. Yang lain kayak sayur kangkung dan sayur tahu pedesnya, ya lumayan like e masakan rumahan gitulah.

Cuma mungkin harganya yang agak fantastis ya, 2 kepala dengan menu segitu kurlebnya Rp 70 ribuan….mungkin masih suasana lebaran. Mungkin aja hahaha…

Ringkasan Review :

Menu lauknya variatif

Pepes ikannya gurih

Tempat duduknya banyak

Harga relatif agak mahal sih

“Review Warung 33 Karawang, Spesialis Pepes”

Jl. Barata Blo A, No. 136, Perumnas BTJ, Karawang

Advertisements

4 thoughts on “Review Warung 33 Karawang, Spesialis Pepes”

  1. Suka sebel ya kalo sdg lebaran, pasti hrg makanan walo di warung gini jd ijutan mahal hahahaha.. Tp kalo rasanya enak, ya sudahlah :D. Aku kalo pepes biasanya ga terlalu suka nit. Kecuali pepes tahu dan jamur. Kalp jambal, ikan, hmmmm rada emoh krn mikirin duri hahahahaha..

    Liked by 1 person

  2. Kalo anak-anak suka makan pepes ikan tongkol. Mereka nggak suka pedas, tapi kalo menunya pepes ikan tongkol, mereka mau, asal pedesnya sedang. Bumbunya disingkirin semua, dimakan ikannya aja, tetep kepedesan. Tapi ya tetep dimakan hahaha

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s