Review Pindang Patin Pagar Alam

Kalau yang ini spesialis ikan-ikanan nih Gaes ! Namanya Pindang Patin Pagar Alam yang berlokasi di Jl. MH. Thamrin No.130, RT 002/ RW 001, Panunggangan Utara, Kec. Pinang, Kota Tangerang, Banten. Ancer-ancernya itu di seberangnya RS Awal Bross Tangerang (yang daerah Cikokol-Kebon Nanas pasti tau nih lokasinya dimana). Pokoknya kalau udah deket-deket Awal Bross, kalian tinggal lihat aja ke arah seberangnya, nah di situlah dia berada.

1489216622643

Bangunannya sendiri berupa kedai kecil dengan papan nama berwarna kuning yang bertuliskan Pindang Patin Pagar Alam Singgah Kudai, berikut gambar ikannya. Uda pernah aku tulis juga sih di blog yang satunya, yaitu blog gembulnita. Tapi karena udah sering bolak-balik makan di situ, jadi ya aku tulis lagi aja kali ya reviewnya, kebetulan stok fotonya juga lumayan banyak huehehehe….(ya itung-itung kasih makan blog aku yang wordpress ini yekan, jadi sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui, hihihi).

Kedai Pindang Patin Pagar Alam ini memang mepet jalan besar, jadi gampang dikenali. Ya walaupun untuk pengunjung dengan kendaraan roda 4 hanya disediakan lahan parkir yang cukup terbatas, tapi karena rasanya yang otentik, jadi ya tetap aja ramai sih ya ini kedai. Serius malah banyakan yang bawa mobil dong gaes yang makan di situ.

Bangunannya sendiri menurut aku lumayan unik ya. Jadi depannya itu pengunjung disambut dengan etalase berisi pempek dan kue khas Sumatera yang menjadi salah satu menunya. Lalu masuk ke dalam, kita bakal ketemu pintu toilet yang terletak di bagian depan, baru agak turun ke bawah (maksudnya lantainya kayak ada tangga menuju ke bawahnya gitu loh) ketemu ama model tempat duduk yang terbagi menjadi bangku kayu biasa (dengan meja-meja panjangnya) dan juga bangku lesehan.

1570597726004

1570597783713

1570597244928

1570597268047

1570597288653

1570597749893

1489216478588

1570598023042

Area lesehan masuknya ke dalam lagi sih sebenarnya, yakni dengan ruangan yang dindingnya berpola menyerupai batu bata merah. Kalau yang bangku biasa kan tembok kuning. Suasananya sih ala-ala tradisional punya yah. Terus di dinding-dindingnya juga tergantung aneka kerupuk kemplang dari berbagai ukuran yang menjadi ciri khas makanan Palembang. Bukan cuma di situ aja sih sebenernya tempat kemplangnya berada, tapi juga di sebagian meja bareng dengan piring berisi lalapan terung mini.

Seperti biasa kuliner yang satu ini berhasil aku samperin setelah direkomendasiin oleh Pak Suami tercinta yang emang udah lebih lama tinggal di Tangerang ketimbang aku. Memang bukan khas makanan Tangerang sih, karena kan Pagar Alam itu adanya di Sumatera ya, jadi dia adalah makanan khas Sumatera.

Spesialisnya memang pindang atau sop ikannya. Ikan yang digunakan bisa dari ikan patin, nila, gurame, gabus, dan juga baung. Selain ikan, pindang ayam pun tersedia andai pengunjung ga suka ikan. Ada pula ada menu-menu lainnya seperti pepes, baik itu pepes ikan maupun ayam. Lalu tempoyak, ikan bakar, nila dan gurame asam manis, pindang iga, iga bakar, cumi tumis pete, cah kangkung, tahu/tempe, ayam kampung bakar Taliwang, ayam kampung goreng Taliwang, bebek bakar/goreng Taliwang, beberok khas Lombok, plecing kangkung khas Lombok, es kacang merah, tekwan, pempek (lenjer, kapal selam, telor), kerupuk kemplang, sampai kue-kue khas Sumatera macam maksuba, kue engkak ketan, dan kue 8 jam. Dari ke-3 jenis kue ini, aku mengamatinya ada yang mirip kue lapis legit loh, tapi aku ga tau yang mana. Sedangkan minumannya tersedia pula es jeruk, es teh manis, teh manis panas, air mineral, aneka jus, dll.

Aku sih tetep ya, beberapa kali makan di situ pengennya ya makan pindang patinnya. Yang lain belom pernah nyoba sih, kecuali pempek. Ya namapun spesialnya, jadi pasti yang bikin kami kembali tentu saja si pindang patinnya ini.

Untuk deskripsinya sendiri, dia itu dijualnya bisa request apakah kita mau makan bagian kepala, perut/ekor. Kalau Pak Suami sih doyannya kepala, karena ntah kenapa baginya kepala itu enak. Sedangkan aku lebih suka bagian perut atau ekornya yang walaupun cukup pe er misahin duri-durinya, tapi tetap aja buatku dagingnya lebih tebel. Nah si pindangnya ini dimasak kuah asam manis kayak model-model asem-asem gitu deh. Rasanya tentu saja seger banget karena ada belimbing wuluh, nanas, tomat, jahe, rawit, daun bawang, bawang merah, dan juga kemanginya. Terus dia juga kaya akan bumbu dan rempah-rempah yang entah kenapa menjadikannya berasa ga amis sama sekali. Udah gitu dagingnya tuh lembuuut banget. Cocok dimakan pas hari ujan. Karena begitu nyeruput itu kuah tuh, terus nguyah ikan bareng nasi putihnya, rasanya tuh badan jadi hangat. Semangkuk full dengan potongan ikan yang super jumbo tahu-tahu abis tanpa sisa (*doyan opo doyan Mbul hahhaha).

1570598212429

1489216923947

1570597316519

1489216252773

1570597464347

1570598371416

1570597948390

1570597820006

1570597337027

1570597625803

1570597495396

1570598371416

1570597912759

1570597681181

1570598001847

Nah, selain si pindang yang jadi primadonanya ini, yang bikin acara makan jadi terasa nikmat adalah keberadaan nasinya yang dibungkus pake daun pisang. Udahlah dia bentuknya gede (diameternya ga sekurus arem-arem atau lontong), baunya wangi, juga teksturnya pulen, beeegh..,makin-makin kacau ga bisa berhenti ngunyah.

Terus ada lagi nih, yang bikin makin endeus lagi yaitu keberadaan sambalnya yang bisa dipilih apakah mau sambal nanas, mangga muda, atau terasi. Aku sendiri suka dua-duanya (yang ada buahnya red) karena cocok banget disajikan bareng ikan berkuah. Pedesnya pun minta ampun pengen ditabok huh hahnya huahahhaha #sorry w lebey.

Terakhir, menu opsionalnya nih gaes. Tak lain dan tak bukan adalah pempek. Giliiiingggg ! Pempek di sini tuh ukurannya geday-geday ya booook, besarrrr…terutama yang pempek kapal selam tuh, gembul banget kayak admin huahahhaha… beli 1-2 biji aja dijamin wareg alias kenyang. Tapi enak banget apalagi pas dicocol ama cukonya yang pedes manisnya mantaaaab bertabur potongan timun, uh wow uuuuuuuuh *jempol 4 ampe berasa kurang hahhahah.

Untuk harganya sendiri, semangkuk pindang patin dihargai 30 ribu per mangkuk (Fyi, terakhir kali ke sana sih masih segitu, kurang tahu kalau sekarang masih sama atau udah naik). -Gustyanita Pratiwi dari http://www.gustyanita.wordpress.com

1570597551127

1570597416287

1570598301759

Review pribadi dariku :

Lokasi strategis, karena mepet jalan raya
Area parkir agak terbatas
Menunya bervariasi, banyakan masakan nusantaranya
Spesialisnya pindang patin yangmenurutku rasanya seger banget, dagingnya lembut, asem manis pedas kuahnya pas, sambalnyapun unik karena perpaduan antara sambal dan juga nenas ataupun mangga muda
Harganya lumayan terjangkau (kisaran Rp 30 ribu per porsi)
Rate 1-10, aku kasih nilai 9

Pindang Patin Pagar Alam
Jl. MH. Thamrin No.130, RT.002/RW.001, Panunggangan Utara, Kec. Pinang, Kota Tangerang, Banten
Seberang RS Awal Bross Tangerang
Jam buka : 10.00-21.00 WIB

Advertisements

One thought on “Review Pindang Patin Pagar Alam”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s