Resep Soto Favorit Buatan Ibu

Soto adalah makanan khas Indonesia yang hampir semua daerah punya. Coba sebut daerah mana yang ga ada soto ! Hampir semua punya ya, meskipun namanya berbeda-beda penyebutannya. Padahal kalau dilihat-lihat lagi, isiannya kurang lebih sama alias podo wae. Yaitu makanan berbasis kaldu daging/ayam yang disiram di atas rebusan bihun/mie, irisan kubis/kol, tauge/kecambah, seledri, potongan tomat, suiran ayam/daging, bawang goreng, atau bahan lainnya. Malah biasanya kalau di tempatku sekalian dimakan pakai nasi tapi modelnya nasinya dicemplungin langsung ke kuah sotonya.

1572315672839

Meskipun demikian, antar soto tadi ternyata punya ciri khasnya masing-masing. Termasuk pula soto yang sudah melekat di lidahku sejak kecil yaitu pada saat aku masih bermukim di Jawa Tengah sampai penjelajahanku akan soto di daerah barat maupun timur (mulai dari Solo, Banjar, Kudus, Jakarta, Tangerang, Bogor sampai Lamongan). Semua ada ciri khasnya masing-masing, terutama di bagian kuahnya.

Di tengah penjelajahanku mencicip aneka soto dari berbagai tempat maupun resto, buatku tetap saja soto ibu yang paling juara #hestek kaulah yang jadi juaranya….#sambil nyanyik lagunya Mbak Dee Lestari hahahah…. Gimana ya ngejelasinnya, pokoknya rasanya itu nggak ada yang ngalahin. Adekku aja setuju dan dia pun berlaku sama kayak aku kalau ditanya soto mana yang paling enak, pasti jawabannya adalah soto buatan ibu. Menurutku rasanya otentik banget. Nggak bisa dimirip-miripin ama yang lain. Susah juga buat pindah ke lain hati. Mungkin karena ada rasa kenangannya kali ya, jadi tu kayak ga bisa digantikan, hahaha. Ya, walaupun tiap pulang kampung tetao sajaselalu terhidang di atas meja sih dan menjadi primadona anak-anak biarpun ada acara di’ngat-nget-ngat-nget’.

Jadi, khusus untuk episode kali ini, aku mau reminder resepnya di IG dan juga wordpress, siapa tau kelak aku mau masak sendiri gitu ceritanya, hahahha..

Soto buatan ibu lebih ke soto modelan Jawa Tengah. Tapi di sini ibu pakai improvisasi lagi yaitu untuk kuah kaldunya ditambahi dengan tumbukan kacang tanah. Jadi teksturnya lebih kasar tapi agak kental dan ada sensasi-sensasi gurih manis khas rasa kacangnya gitu loh.

1572315250532

1572337915458

1572337972593

1572338543654

1572315342401

1572316073560

Kalau soto bikinan orang lain kan menurutku masih belum ada yang cocok di kaldunya. Entahlah, biasanya aku merasa terlalu plain, over salted atau malah kecut karena kebanyakan peresan limo hahaha… Beda ama buatan ibu karena punya ibu berasa udah pas aja komposisi bumbon-bumbonnya *halah (tapi itu menurutku loh ya sebagai fans fanatik sotonya Kanjeng Mamih, hehehe).

Soto buatan ibu biasanya dihidangkan pada hari Minggu pagi selepas kerja bakti (bebersih rumah). Setelah rumah bersih, kami akan masak bareng-bareng start dari pukul 7 ‘tet’ hingga opening theme song kartun Doraemon mengudara. Lebih tepatnya setelah belanja dari bakul sayur keliling yang naik sepeda dan sudah kami titipin bahan-bahannya pada malam sebelumnya (biasa lewat sms…hahaha).

Nah, begitu Hari Minggu tiba, baru deh eksekusi masak-masaknya dimulai. Ketiga anak perempuan di keluarga kami, termasuknya aku sudah pasti kebagian tugas sebagai ‘seksi ribet-ribetnya’. Ada yang kupas-kupas sayur, ada yang goreng lauk misal dengan bikin perkedel, tempe goreng, ayam goreng, atau lainnya, ada pula yang cuci piring dan peralatan dapur, sampai yang paling ribet adalah ngrebus kuah kaldunya. Tapi bagian ini tentu ibu yang tackle, karena kan tingkat kesulitannya jauh lebih tinggi ya, jadi cukup mustahil bagi kami untuk mengerjakan.  

Selain rasa kuah kaldunya, beda soto ibu dengan yang lain adalah terletak pada ayamnya. Kalau kebanyakan soto di tempat makan/warung tenda pakainya ayam rebus/kukus, nah di ibuku pakainya ayam goreng yang disuir-suir. Mana suiran ayamnya kebanyakan kulitnya pula, jadi rasa gurihnya mantul. Malah kadang-kadang ditambahin pula dengan ati ampela goreng yang nggak ada amis sama sekali. Rahasia nggak amisnya ini  terletak pada proses perebusan si jeroan dengan menggunakan daun salam dan juga ulegan bawang putih. Nah, sensasi bawang putihnya ini yang bikin pas digoreng nggak amis, tapi bumbunya meresap sampai ke dalam.

1572315768075

1572315380796

1572315435485

1572315842774

1572316007520

Bahan kaldu soto :

  • Bawang putih
  • Bawang merah
  • Kemiri
  • Ketumbar
  • Merica
  • Pala
  • Sereh
  • Laos
  • Jahe
  • Kunyit
  • Kacang tanah
  • Daging sapi
  • Gula
  • Garam

Bahan kaldu biasanya dimasak malam harinya karena prosesnya agak lama ya. Terutama karena berhubungan dengan pengolahan daging atau ayam. Jadi sebisa mungkin yang ribet-ribet diolah terlebih dulu, supaya besokannya tinggal nyiapin isiannya yang cenderung persiapannya lebih gampang.

Untuk porsinya sendiri, biasanya kami langsung masak dalam jumlah besar, yaitu sepanci gede (karena kan anggota keluarganya banyak), jadi biar bisa untuk makan beberapa kali (lagipula kaldu kan bisa dihangatkan ya jadi kalau mau makan ya tinggal dingat-nget ngat-nget aja kaldunya), sementara isiannya  sendiri silakan racik sesuai selera.

Menu soto ini cocok banget disajikan untuk jamuan tamu karena biarpun jenisnya makanan berat, tapi rasanya sendiri nggak gitu ngenyangin karena basicnya adalah kuah-kuahan. Malah bisa bikin yang menikmati sampai tambah berapa kali.

Bahan isian soto :

  • Bihun
  • Kubis
  • Kecambah
  • Ayam
  • Tomat
  • Seledri

Isian soto versi ibuku cenderung sama dengan soto pada umumnya. Paling ya itu tadi, topping ayamnya digoreng terlebih dulu baru abis itu disuir-suir. Malah seringnya ada tambahan ati ampela selain rebusan bihun, kubis, potongan tomat, seledri, daun bawang, dan juga kecambah. Sengaja pakainya kecambah, bukannya tauge, karena kata ibu biar rasanya lebih kretes-kretes alias chruncy walaupun proses perebusannya terbilang singkat (cuma dicelup ke air panas–air mendidih, selesai angkat !).

Pelengkap :

  • Sambal
  • Tempe goreng tepung
  • Perkedel
  • Rempeyek/kerupuk

Sambelnya, kami lebih prefer ke sambel mentah dadakan ya. Sambel bawang biasa sih, yang cabenya pakai cane rawit merah/oranye. Pokoknya sambel yang pabila dicemplungin ke dalam kuah soto bisa ngeblend barengan dengan kecap manis. Jadi biar kuahnya semu cokelat merah yang huh hah cabe rawit, wekekke…

Pelengkap lainnya, paling enak dimakan bareng tempe goreng tepung. Atau kalau nggak ya dibikin ala-ala mendoan yang tepungnya masih agak basahan. Tempe gembus goreng juga oke tuh biar rasanya semakin unik. Lainnya, paling cocok dibarengi dengan perkedel kentang, kerupuk udang atau rempeyek. Rempeyeknya lebih enakan lagi yang jenis rempeyek teri atau rebon. Soalnya lebih masuk aja ama sotonya.

Perkedelnya khusus bikin sendiri dong. Tapi bukan yang modelnya berbentuk kayak yang ada di masakan padang. Kalau di masakan padang kan bulat pipih lebar ya. Kalau versi kami bulet kecil-kecil tapi nggak beraturan. Walau rasanya jangan disepelekan soalnya biar bentuknya begitu, tapi gurihnya nggak kaleng-kaleng loh gaes huehehehhe…

1572315489348

1572315724156

1572316007520

1572315821818

1572316115850

Cara Memasak :

Kaldu :

  • Greprek bawang putih, bawang merah, kemiri, ketumbar, merica, pala, sereh, lengkuas, jahe, kunyit yang sebelumnya telah disangrai/ digonggso.
  • Rebus air sampai mendidih, lalu masukkan daging untuk kaldu.
  • Bumbu yang sudah disangrai kemudian dihaluskan, masukkan ke dalam kuah kaldu rebus, tambahkan kacang goreng yang sudah dihaluskan (bisa untuk 2 hari kuahnya).
  • Jangan lupa tambahkan gula garam.

Isian soto :

  • Rebus bihun sebentar saja sampai teksturnya lembut.
  • Masukkan kecambah sebentar saja ke dalam air mendidih, angkat.
  • Goreng ayam, lalu suir-suir (biasanya aku suka yang banyakan kulitnya loh hahaha).
  • Iris halus seledri.
  • Iris halus kubis.
  • Racik isian soto dan tuangkan kuah kaldu setelahnya.
  • Bisa ditambah pelengkap tempe goreng tepung, suiran ayam goreng, kerupuk/rempeyek, atau sambal sesuai selera.

1572315587527

1572315639325

1572315904812

Aku sendiri kalau meracik isian soto lebih demen kecambah dan rebusan bihunnya sedikit, tapi irisan kubis, dan yang lainnya banyak, terutama bagian ayamnya yang maunya cuma bagian kulitnya aja #licik amat huahahahaha…. Makanya aku senengnya ngambil sendiri biar bisa ngarah bagian kulitnya. Soalnya kalau diracikin ibu pasti diambillin bagian dagingnya sih yang which is aku ngga terlalu suka… Kulitnya kan lebih remesep ya, hihihi…

Nah, demikian resep soto yang bisa aku share. Harapannya sih biar aku bisa bikin dewe, dan nggak cuma ngandelin dibuatin ibu pas mudik ke kampung halaman, huehehhehe… Semoga saja aku jadi lebih rajin masak ya. Allohuma amiiin… (Gustyanita Pratiwi dari http://www.gustyanita.wordpress.com)

"Selamat mencoba !"

2 thoughts on “Resep Soto Favorit Buatan Ibu

  1. ngeliatnya aja udh kepengiiiin :p. aku suka sih segala macam soto dr berbagai daerah. rasanya unik2 dan beda.. tp krn aku dr medan, jd jujur aja soto sumatra yg pake santan lebih cocok di lidahku :D. rata2 soto medan, soto aceh itu pasti bersantan.

    tp pas nikah ama org solo, dan aku diajak nyobain soto solo, jogja, purwokerto dll di pulau jawa, ternyata aku suka juga :D. malah jadinya aku prefer soto jawa yg bening kalo lg pgn ganjel perut dikit, tp lbh suka soto bersantan kalo sdg laper berat hahahaha :D.

    samaaaa nit, aku paling suka ayam yg utk soto itu digoreng dulu trus disuwir2 drpd yg direbus. mama ku dulu jg gitu bikinnya 😀

    Like

  2. Wuah enaknyaaa. Aku pernah sih bikin soto sendiri tapi model2 soto lamongan, dan bisa diitung jari masaknya karena masak soto bahannya banyak. Bedalah dengan tumis sayur yang cuma pakai bawang putih aja hehe.
    Soto kalo pakai ayam yang digoreng terus disuwir memang enak, aku juga suka tapi lebih suka dagingnya daripada kulitnya *kecuali kulitnya digoreng gariiiiiing, nah baru suka 😀

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s